Konsepindo: Pertemuan Antara Jokowi dengan AHY Adalah Hal yang Positif

  • Whatsapp

Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dipandang Pengamat Politik Veri Muhlis Arifuzzaman sebagai hal yang positif.

Di tengah nuansa yang masih hangat sisa-sisa panas pilpres, pertemuan para pemimpin kekuatan politik diharapkan bisa meredakan suasana. Bahkan jika pertemuan itu menghasilkan konsesi berupa jatah kursi kementerian atau kursi politik apapun, Veri memandangnya sebagai hal wajar.

Berita Lainnya

“Sepanjang tujuannya adalah kerukunan politik yang muaranya pada kerukunan warga dan pendukung kedua kubu, saya rasa jatah-jatahan kursi politik model begitu bisa dipahami. Pak Jokowi cukup punya pengalaman merangkul kekuatan politik nasional. Jadi demi kepentingan kerukunan nasional, hal demikian bukanlah sesuatu yang tabu,” ujarnya.

Direktur Lembaga Survei Konsep Indonesia (Konsepindo) Research & Consulting ini menambahkan, agenda terpenting ke depan adalah menjaga bangsa agar tidak terpecah menjadi dua kubu. Yang kalah harus legawa dan yang menang wajib merangkul yang kalah. Merangkul yang kalah, akan merekatkan pendukung.

Veri menilai, Pilpres 2019 memang merupakan pilpres terpanas sepanjang sejarah, ada semacam suasana terbelah di masyarakat. Bahkan suasana demikian juga tergambar di negara lain. Ia mencontohkan para pedagang di Mekkah atau Madinah saja hapal salam masing-masing capres dan menyebut Jokowi atau Prabowo.

“Setelah rekapitulasi dan keputusan KPU keluar, siapapun yang kalah wajib mengakui hasilnya. Tunjukkan pada rakyat bahwa sikap kesatria adalah warisan paling indah untuk generasi mendatang.Terpilih atau tersingkir adalah hal biasa. Apalagi semua sudah punya pengalaman. Ini kan pertarungan ulang, jadi ya ulangilah apa yang terjadi di pilpres lalu, semua saling mengakui dan saling menghormati,” sambungnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *