Internasional

Kontes Kartun Nabi Muhammad di Belanda Picu Protes Pakistan

Politikus anti-Islam Belanda Geert Wilders yang mencetuskan kontes kartun Nabi Muhammad (Foto: AFP).

Islamabad: Ribuan warga Pakistan melakukan aksi protes mendesak pemerintahan baru Imran Khan memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda. Hal ini terkait kontes kartun Nabi Muhammad yang diinisiasi oleh politikus anti-Islam Belanda, Geert Wilders.
 
Protes ini dimotori oleh Tehreek-e-Labbaik (TLP), sebuah partai politik yang dikenal garis keras. Aksi ini menjadi ujian pertama bagi Perdana Menteri Imran Khan yang baru saja menang pemilu. Khan merupakan tokoh politik dari Partai Tehreek-e-Insaf (PTI). Tahun lalu, protes serupa oleh TLP menutup ibu kota, Islamabad, selama hampir sebulan.
 
Pada Juni, Geert Wilders, anggota parlemen anti-Islam yang memimpin partai terbesar kedua Belanda dan telah dinyatakan bersalah karena menghasut kebencian, membuat kontes kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad. Kompetisi ini menyediakan USD10.000 atau sekitar Rp147 juta akan dibuka pada bulan November, dengan 200 entri sejauh ini.
 
"Kita bisa menjadi martir atau ditangkap," kata salah satu pemimpin TLP, Peer Afzal Qadri, seperti dikutip Guardian, Rabu 29 Agustus 2018.
 
"Tetapi kami tidak akan kembali sampai kontes kartun dihentikan atau utusan Belanda diusir,” jelasnya.
 
Beberapa ribu aktivis berangkat pada hari Rabu dari kota Lahore bagian timur untuk Islamabad, tempat mereka berencana melakukan aksi duduk. Khadim Rizvi, ulama yang mendirikan TLP, mengatakan bahwa kecaman dari kontes oleh pemerintah Pakistan tidak cukup dan 'hanya jihad' solusinya.
 
Sebelum pemilihan umum Pakistan bulan lalu, Rizvi mengatakan jika ia memiliki kekuatan, ia akan memerintahkan serangan nuklir terhadap Belanda jika pemerintahnya mengizinkan kompetisi untuk terus maju.
 
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte menyebutkan kontes kartun ini "tidak sopan" dan mengundang kebencian. Tetapi Rutte membela hak dasar kebebasan berekspresi.
 
Sementara PM Khan berjanji untuk mengangkat masalah ini pada sidang umum PBB pada September. Dia mengatakan negara-negara Islam harus bekerja sama untuk menciptakan undang-undang melawan penodaan agama yang mirip dengan penolakan terhadap Holocaust di negara-negara Eropa.
 
"Jika mereka (negara-negara barat) merasa sedih membahas Holocaust, mengapa kita tidak bisa menyampaikan ke barat betapa kita merasa sedih ketika mereka melakukan hal-hal yang menghujat Islam dan Nabi Suci kita tercinta?" tegas Khan.
 
TLP tahu cara memaksa tangan pemerintah. Selama tiga minggu pada bulan November, Rizvi dan sekitar 2.000 pengikut memblokade jalan raya antara Islamabad dan kota kembarnya, Rawalpindi, atas penyesuaian kecil pada sumpah pemilihan yang mereka nyatakan menghujat. Tentara akhirnya menengahi kesepakatan dengan pemerintah, termasuk pemecatan menteri hukum, Zahid Hamid, dan konsesi lebih lanjut.
 
Protes itu menempatkan Khan dalam posisi yang sulit, kata para analis, karena selama pemilihan itu ia menggunakan "retorika yang sama" tentang penodaan agama seperti halnya TLP.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close