Internasional

KontraS Desak ASEAN Tekan Myanmar di Isu Rohingya

Anggota KontraS Fatia Maulidiyanti (tengah). (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai ASEAN belum bergerak terkait kekerasan yang terjadi di Rakhine, Myanmar dan mengorbankan minoritas Rohingya.
 
"Selama ini, ASEAN tidak pernah menyuarakan keadilan untuk kondisi di Rakhine maupun di kamp penampungan di Bangladesh. Sampai saat ini, hanya Indonesia yang terdengar gaungnya," kata Fatia Maulidiyanti dari KontraS, di Jakarta, Kamis 20 September 2018.
 
Baca juga: Amnesty Klaim Indonesia Tak Setuju Rekomendasi Penyelidikan Myanmar.
 
Fatia berujar, selama KTT ASEAN di Filipina pada November 2017, tidak ada pembahasan khusus soal Myanmar dan Rohingya.
 
"Indonesia dan Malaysia mengangkat isu ini di forum tersebut, tetapi hanya sebatas soal bantuan kemanusiaan pengungsi di mana Indonesia telah memberikan banyak bantuan," lanjutnya.
 
Fatia berharap, di KTT ASEAN tahun ini yang akan digelar di Singapura, isu Rohingya bisa lebih dibahas secara mendalam. Namun, dikhawatirkan hal yang dibahas masih sama, yaitu sebatas bantuan. Bukan inti dan akar permasalahan.
 
"ASEAN seharusnya bisa menjadi arena regiobal yang efektif untuk mendiskusikan penyelesaian kasus ini secara terbuka sekaligus menambahkan tekanan diplomatik kepada Myanmar," tukas Fatia.
 
Baca juga: Komisi HAM ASEAN Dianggap Mati Ketika Dihadapkan Isu Rohingya.
 
KontraS juga mendesak Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi untuk bergerak. ASEAN bisa membentuk satu pertemuan khusus untuk membahas secara detail penyelesaian isu ini.
 
Bahasan yang dianjurkan KontraS sendiri meliputi subyek bantuan kemanusiaan, akses atas keadilan dan langkah-langkah alternatif untuk mencegah konflik yang terjadi di Myanmar, terutama penggunaan kekuatan militer yang represif.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close