Koran Pemerintah Zimbabwe Serang Capres Oposisi

  • Whatsapp
Capres kubu oposisi Zimbabwe, Nelson Chamisa, dalam kampanye di Bindura, 27 Juli 2018. (Foto: AFP/MARCO LONGARI)

Harare: Surat kabar Herald yang dikelola pemerintah Zimbabwe menyerang calon presiden dari kubu oposisi, Nelson Chamisa, di hari pemungutan suara, Senin 30 Juli 2018. 

Herald menyebut Chamisa sebagai boneka mantan presiden Robert Mugabe, serta meruntuhkan pandangan bahwa capres oposisi itu mewakili suara perubahan.

Muat Lebih

Halaman utama Herald menyinggung pernyataan Mugabe pada Minggu kemarin, bahwa ia tidak akan memilih Presiden petahana Emmerson Mnangagwa. Mugabe menilai Chamisa satu-satunya kandidat yang layak dipilih.

"Ini adalah pria yang mencoba bangkit kembali melalui proksinya," lapor Herald, seperti dikutip kantor berita Associated Press, Senin 30 Juli 2018. Tulisan itu merujuk pada Mugabe yang dituduh hendak kembali berkuasa lewat Chamisa.

Chamisa, pria 40 tahun dari kubu oposisi MDC, mengaku akan menerima dukungan dari Mugabe atau warga Zimbabwe lainnya. Ia menegaskan tidak akan mendiskriminasi siapapun.

Baca: Mugabe Dukung Kubu Oposisi dalam Pemilu Zimbabwe

Mugabe dipaksa mengundurkan diri pada November setelah militer dan partai ZANU-PF yang berkuasa bergerak memakzulkannya. 

Penggulingan dilakukan hanya beberapa pekan setelah Mugabe memecat Mnangagwa dalam konflik internal partai.

Mnangagwa, 75, yang menjanjikan awal baru bagi Zimbabwe, menjadi kandidat yang difavoritkan dalam pemilu kali ini.

Namun Chamisa, 40, yang menunjukkan performa bagus semasa kampanye, berharap dapat meraih suara pemuda yang menginginkan perubahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *