Internasional

Korban Perdagangan Manusia Ungkap Kisah Pilunya

Ilustrasi oleh Medcom

Colorado: Campur aduk antara 'penculikan, penyiksaan, dan perdagangan seks' menjadi gambaran bagaimana Lizi Mooney, 25 tahun, menghadapi cobaan selama tiga pekan pada 2011.
 
Tujuh tahun kemudian, korban selamat asal Colorado itu akhirnya dapat berbagi kenangannya. Semua berawal dari kisahnya sebagai remaja naif yang melompat ke sebuah bus dekat Colorado Springs dan tiba di Denver Civic Center Park tepat setelah Tahun Baru 2011.
 
"Saya sudah mencoba hampir segala jenis narkoba. Seperti kebanyakan anak usia 18 tahun, saya pikir saya tahu semuanya. Saya ingin bebas, jadi saya memutuskan untuk melarikan diri," kata Mooney.
 
Mooney mengaku dia tahu di balik keputusannya melarikan diri dari orangtua yang peduli terhadap dirinya tidak terdengar rasional. Tetapi menjelaskan dia adalah seorang gadis 18 tahun yang sudah mengalami pelecehan seksual oleh ayah seorang teman dan memiliki riwayat penyalahgunaan obat, jadi dia keliru mengira dia bisa menemukan kehidupan yang lebih baik dengan lari dari rumah.
 
"Untuk beberapa alasan saya memiliki gambaran ini di kepala saya dengan punya uang ribuan dolar," cetus Mooney, seperti dilansir dari Fox 6 Now, Senin 17 September 2018.
 
Gelimang uang impiannya seakan nyata ketika dia dijanjikan oleh beberapa orang asing yang ditemuinya di kedai McDonalds. Mereka membawanya ke sebuah apartemen di kota Aurora. Di sana, ia bertemu seorang wanita bernama Misty Harris, yang menurut catatan polisi Aurora, segera mengubah Mooney menjadi seorang budak.
 
"Misty Harris mengambil ponselku, KTP-ku. Dia membuang alamat saya," ucap Mooney.
 
"Jika kamu mencoba lari ketika kamu berutang padaku, aku akan membunuh keluargamu," kata Mooney menirukan Misty Harris.
 
Mooney mengaku terpaksa tinggal di sebuah apartemen kecil dua kamar dengan lima orang dewasa dan enam anak lainnya.
 
"Ketika saya mencoba pergi, pintunya dikunci. Saya dibuat tidur di lantai. Saya kelaparan," tuturnya Mooney.
 
Penderitaannya belum berakhir. Mooney pun terpaksa melacurkan diri di Colfax Avenue dan melakukan hubungan seks tiga kali sehari dengan orang asing demi uang yang langsung disetor ke Misty Harris. Dia juga dijual secara daring melalui Backpage.com, situs web yang ditutup FBI awal tahun ini. Dia juga dipaksa mengiklankan layanannya melalui layanan telepon yang disebut Vibe Line.
 
Setelah tiga pekan, Mooney berhasil melarikan diri dan berjalan ke toko terdekat, di mana dia meminta petugas menelepon polisi. Pada 2014, Misty Harris dan dua anteknya dihukum dan dikirim ke penjara.
 
Hakim Adams County, Jill Ellyn Strauss, menyebut kasus ini "salah satu yang paling mengusik yang telah saya tangani selama tiga dekade, karena sangat kejam."
 
Mooney berjuang membersihkan diri dari ketergantungan narkoba selama dua tahun setelah melarikan diri dan bahkan menganut keyakinan rasis, membuat tato Swastika di punggungnya. Pada saat itu, dia menyalahkan semua orang keturunan Afro-Amerika atas penyiksaan dan pelecehannya.
 
Akhirnya Mooney bertemu suaminya di panti rehabilitasi dan berkata bersama-sama mereka telah tetap bersih dari narkoba selama lima tahun. Tetapi dia mengakui sejarah kecanduannya, berupaya memotong lengannya dengan pisau cukur, dan semua trauma yang dia alami akan menjadi perjuangan seumur hidup.
 
"Kisah pilu Anda dan minta bantuan polisi membuat perbedaan besar," cetus Mooney, yang mengatakan penting untuk mendorong para korban supaya berbicara.
 
Mooney berharap untuk menulis buku tentang pengalaman dan pemulihan kondisinya.
 
Misty Harris dijatuhi hukuman 12 tahun penjara atas kasus mucikari dan penyerangan. Dia dihadapkan ke sidang pembebasan bersyarat pada Juni, tetapi dewan pembebasan bersyarat menolaknya dibebaskan lebih awal.
 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close