INDOPOLITIKA – Korban tewas dalam bencana dahsyat banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh terus bertambah.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (9/12/2025) petang, korban tewas banjir dan longsor di tiga wilayah ini nyaris menyentuh 1000 orang. Tepatnya, 964 jiwa.
Sehari sebelumnya, jumlah korban meninggal sebanyak 961 jiwa. Artinya bertambah 3 orang, seluruhnya dari Aceh.
Sementara jumlah korban hilang kini 264 orang. Sebelumnya tercatat 293 orang hilang.
Di sisi lain, BNPB mencatat 894.101 jiwa mengungsi. Baik dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di sisi lain, per pukul 14.00 WIB telah dilakukan 3 sorti (14,08 ton) darat dan 17 sorti udara (17,54 ton) pengiriman dengan jenis baran. Yang paling banyak didistribusikan adalah permakanan. Total distribusi hari ini 31,62 ton.
“Telah terkirim juga BBM solar 20 drum (4 Ton) menggunakan pesawat CN TNI-AU dan 10 Ton bahan makanan menggunakan hercules TNI-AU sudah tiba di Bandara Rambele. Dan didistribusi untuk 2 Kabupaten (Bener Meriah dan Aceh Tengah),” tulis BNPB dalam keterangannya.
Kemensos Dirikan Kamp Pengungsian di Tanah Merah Tapanuli Tengah
Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) mendirikan Kamp Pengungsian di Tanah Merah, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sebagai hunian sementara untuk para korban bencana.
“Kemensos terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan dukungan alat berat dari PLTU dalam proses pematangan lahan untuk Kamp Pengungsian di Tanah Merah,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Di lahan tersebut, akan didirikan sepuluh unit tenda serbaguna. Saat ini, tiga unit tenda sudah terpasang, dua di antaranya siap huni dan sudah dilengkapi alas palet bambu dan triplek, kasur lipat serta selimut untuk 25 orang per tenda.
Selain menyiapkan tenda, instalasi Starlink juga telah dilakukan, untuk mendukung kebutuhan komunikasi, dikarenakan di lokasi tersebut jaringan internet masih terputus.
Ke depan, Kemensos akan melanjutkan pendirian tenda serta dapur umum dan enam unit toilet sekaligus serta tempat mencuci baju. Penataan layout untuk sekolah darurat, dapur air, dan sarana penunjang lainnya juga akan dilakukan.
Untuk memastikan kebutuhan listrik di Kamp Pengungsian dapat dipenuhi, setiap tenda akan dilengkapi solarcell berikut solar home system. (Red)












Tinggalkan Balasan