Internasional

Korban Tewas Topan Mangkhut di Filipina Jadi 65 Orang

Warga di kota Itogon, Filipina, 16 September 2018, dievakuasi dari lokasi tanah longsor yang merupakan imbas Topan Mangkhut. (Foto: AFP/JJ LANDINGIN)

Manila: Korban tewas Topan Mangkhut di Filipina melonjak menjadi 65 orang dengan sejumlah lainnya masih dinyatakan hilang. Mangkhut disebut-sebut sebagai badai terkuat di dunia tahun ini.

Data korban terbaru disampaikan otoritas Filipina tadi malam, seperti dikutip dari Manila Times pada Senin 17 September 2018.

Di Itogon, Benguet, lebih dari 30 orang terperangkap di sebuah barak area pertambangan yang juga sering dijadikan kapel. Petugas menemukan tujuh jasad manusia ditemukan di area tersebut.

Letnan Jenderal Emmanuel Salamat, komandan militer wilayah Luzon Utara, mengonfirmasi ada puluhan pekerja tambang yang terjebak di sebuah barak. Awalnya, mereka yang terjebak berjumlah 43.

"Kami masih belum mendapat angka pasti dari korban tewas, karena operasi masih berjalan," ucap Salamat.

Wali Kota Itogon Victorio Palangdan menyebut ada 36 korban tewas di wilayahnya. Dari total tersebut, 27 di antaranya telah berhasil diidentifikasi.

Gubernur Cagayan Manuel Mamba mendeklarasikan status bencana di provinsinya, agar pemerintah pusat dapat menyalurkan dana darurat untuk membantu kebutuhan dasar para korban dan biaya perbaikan infrastruktur.

Penasihat presiden Francis Tolentino mengatakan sebagian besar korban tewas berasal dari Wilayah Administrasi Cordillera (CAR).

"Ada banyak korban di Cordillera, di Itogon, Benguet dan Mountain Province serta beberapa wilayah di Baguio. Ini diakibatkan tanah longsor di tengah hujan deras," sebut Tolentino.

Mangkhut menerbangkan banyak atap rumah, menumbangkan pepohonan, memicu 42 tanah longsor dan menimbulkan banjir di sejumlah wilayah. Kecepatan angin yang dibawa Mangkhut mencapai 185 kilometer per jam. 

Usai mengobrak-abrik Filipina, Mangkhut melewati Hong Kong dan Tiongkok.

Topan ini kembali memunculkan kenangan buruk warga Filipina atas Super Topan Haiyan pada 2013. Topan terburuk itu menewaskan lebih dari 7.000 orang.

Baca: Usai Diterjang Topan Mangkhut, Hong Kong Mulai Kondusif

 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close