Internasional

Korsel dan Uni Eropa Sumbang Rp40,8 Miliar

Warga korban bencana alam di Palu mengungsi, Minggu 30 September 2018, Medcom.id – Surya Perkasa

Jakarta: Pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar USD1 juta atau setara Rp14,8 miliar. Tak hanya Korsel, Uni Eropa juga memberikan sumbangan sebesar 1,5 Euro atau sekitar Rp26 miliar.

"Pemerintah Republik Korea akan menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar USD1 juta kepada Pemerintah Republik Indonesia sehubungan dengan terjadinya bencana gempa dan tsunami di Pulau Sulawesi pada Jumat, 28 September 2018," demikian dikutip dari pernyataan Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia, Jumat, 30 September 2018.

Pernyataan ini dibenarkan Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Chang-beom. Kepada Medcom.id, Kim mengatakan pemerintahnya membuat keputusan tersebut untuk membantu sahabatnya, Indonesia. 

"Pemerintah Korea berharap penyelamatan dan pemulihan cepat bisa dilakukan lancar di wilayah-wilayah yang terkena dampak," tukasnya.

Pemerintah Korsel juga berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat di mana terdapat korban jiwa dan terjadi kerugian harta benda. Pemerintah Korsel juga akan berkonsultasi dengan Pemerintah RI terkait bantuan pencarian korban.

"Terkait hal tersebut, Pemerintah Republik Korea akan berkonsultasi dengan kementerian terkait dan juga Pemerintah RI guna mempertimbangkan pengiriman tim SAR Republik Korea ke Indonesia," ucap mereka.

Sementara itu, jumlah dana bantuan Uni Eropa yang akan disumbangkan ke Indonesia mencapai Rp26 miliar. Menurut Komisioner Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis Uni Eropa Christos Stylianides menuturkan, dana tersebut merupakan bantuan tercepat yang bisa mereka berikan.

"Kami bertindak cepat untuk memberikan bantuan darurat kepada mereka yang terkena dampak di Indonesia. Pendanaan kami akan digunakan untuk membantu mereka yang paling rentan, serta menyediakan pas9kan penting, seperti makanan, tempat tinggal, air, dan sanitasi serta persediaan medis," tuturnya.

"Ini adalah solidaritas Uni Eropa dalam aksi. Pikiran kita adalah dengan semua korban dan responden pertama yang bekerja sepanjang waktu untuk menyelamatkan nyawa," imbuh dia.

Tak hanya berupa bantuan dana, Komisi Uni Eropa juga mengerahkan seorang ahli kemanusiaan ke wilayah Sulawesi Tengah untuk membantu mengoordinasikan upaya bantuan Uni Eropa. Komisi Uni Eropa juga telah mengaktifkan layanan pemetaan satelit Copernicus darurat Uni Eropa.

"Pusat Koordinasi Tanggap Darurat Komisi Eropa 24/7 (ERCC) memantau perkembangan dan siap untuk menyalurkan dukungan lebih lanjut sebagaimana diperlukan," pungkas mereka.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 30 September 2018, jumlah korban meninggal telah mencapai 832 orang, 540 orang luka-luka, 29 orang belum ditemukan.

Saat ini, pemerintah Indonesia sedang mencari tahu terkait skala kerugian dan jumlah korban dikarenakan terputusnya jembatan, saluran komunikasi, dan lain-lain. Diharapkan bantuan bisa datang tiba ke tangan para korban secepatnya.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close