Daerah

Korupsi Dana Hibah dan Bansos, Staff Ahli Gubernur Banten Dijebloskan ke Penjara

Banten, Indoplitika.com – Staff ahli gubernur bidang ekonomi, Zaenal Muttaqien akhirnya ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dalam kasus dugaan korupsi dana hibah dan bansos tahun 2011 Rp4,1 miliar dan tahun 2012 Rp3,5 miliar, kemarin (11/8). Penahanan ZM bersama lima tersangka lainnya yakni, Yudianto MS (mantan pejabat Kesra), Wahyu Hidayat (Kasubag Umum Setwan Banten), Dudi Setiadi, SA (Sutan Amali, Bendahara Yayasan Bina Insan Cipta) dan Asep Supriyadi (Ketua Yayasan BIC).

“Penahanan tersangka karena selain sudah memenuhi unsur, juga melanggar Pasal 20 dan 21 KUHAP tentang penghilangan barang bukti. Mereka kami tahan di Rutan Pandeglang,”ujar Koordinator Jaksa Penyidik Kejati Banten, Alex Sumarna, kemarin (11/8).

Alex mengatakan, untuk salah satu tersangka yang merupakan mantan bendahara pribadi gubernur non aktif Ratu Atut Chosiyah, Sitti Halimah akan dilakukan pemanggilan ulang. Karena pada pemeriksaan kali ini, yang bersangkutan berhalangan hadir karena sakit. “Kami akan memanggil ulang. Jika perlu dan harus kami akan mengeksekusi paksa,”tandasnya.

Penahanan terhadap ZM cs dilakukan tim penyidik Kejati Banten setelah sebelumnya para tersangka diperiksa secara estafet di ruang intel Kejati Banten. Kelima tersangka (selain ZM) dieksekusi lebih dulu pukul 18.00 WIB di Rumah Tahanan Serang. Mereka dibawa dengan mobil tahanan milik Kejati Banten. Sedangkan Zaenal ditahan pada pukul 19.10 WIB dengan mobil yang sama.

Sebelum dilakukan penahanan, para tersangka yang datang pada pukul 10.00 WIB ini diperiksa di ruangan Intelijen dan Pidana. Para tersangka ini juga didampingi penasehat hukumnya masing-masing. Alex Sumarna Koordinator Tim Penyidik mengaku, pihaknya telah menemukan kerugian negara Rp7,6 miliar. Sedangkan terkait kemana saja aliran dana tersebut selain kepada Zaenal, Alex mengaku hal itu masih dilakukan pendalaman. “Kami masih dalami lagi,” kata dia.

Sementara itu, Zaenal tidak mau berkomentar soal penahananya saat digiring oleh tim penyidik ke mobil tahanan. Zaenal yang menggunakan baju pakaian dinas harian (PDH) terlihat menutupi mukanya dengan koran saat diminta komentar oleh para wartawan.

Syahrullah, selaku penasehat hukum tersangka Asep Supriyadi mengatakan, klienya telah mengajukan dana hibah untuk Yayasan Binas Insan Cipta, melalui Sekretaris yayasan tersebut Lili Najarudin Rp3,5 miliar. “Namun uang yang dikelola oleh Asep yaitu sebanyak Rp1,1 miliar dan itu sudah digunakan sesuai kegiatan. Sedangkan sisanya klien saya tidak mengetahuinya,” ujar Nasrullah.

Dalam kasus ini, Kejati Banten juga telah memeriksa beberapa saksi termasuk Sekda Banten, Muhadi. Sekda Banten dipanggil oleh Kejati Banten pada Jumat (7/8). (ip/ind)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close