INDOPOLITIKA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap selebgram Lisa Mariana, yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, penyidik masih membutuhkan keterangan tambahan dari selebgram Lisa Mariana untuk mendalami aliran dana non-budgeter yang dikelola di lingkup koordinator sekretariat (korsek) Bank BJB.

“Dalam pemeriksaan pekan kemarin, saudari Lisa Mariana dalam kondisi kesehatan yang kurang fit. Sehingga penyidik masih memerlukan keterangannya dan sudah dikomunikasikan untuk pemanggilan ulang,” ujar Budi.

Budi menjelaskan bahwa keterangan Lisa sangat penting dalam menelusuri aliran dana yang diduga tidak dicatat secara resmi dalam anggaran. Dana tersebut diduga digunakan di luar peruntukannya dan mengalir ke beberapa pihak untuk kepentingan tertentu.

“Tentu keterangan saudari LM sangat membantu proses penyidikan, khususnya dalam mendalami aliran dana non-budgeter yang dikelola di korsek BJB,” lanjutnya.

KPK menduga adanya penyimpangan dalam anggaran iklan Bank BJB, di mana sebagian dana yang seharusnya digunakan untuk belanja iklan malah dikumpulkan dalam bentuk dana non-budgeter dan diduga disalurkan ke pihak-pihak tertentu.

“Dana non-budgeter tersebut kemudian diduga mengalir ke beberapa pihak. Kepada siapa dan untuk apa, itu yang sedang ditelusuri. Prinsipnya follow the money,” tegas Budi.

Selain Lisa Mariana, KPK juga berencana memanggil saksi-saksi lain guna melengkapi berkas penyidikan. Penyidik masih terus bekerja untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dalam perkara ini.

“Penyidikan perkara ini masih berlangsung. Pemanggilan saksi-saksi lainnya juga sedang direncanakan agar semua aspek bisa diklarifikasi,” kata Budi.

KPK mengimbau kepada seluruh pihak yang dipanggil agar kooperatif dan hadir sesuai jadwal guna mempercepat proses penegakan hukum.

“Kami mengimbau semua pihak yang dipanggil agar kooperatif dan memberikan keterangan secara lengkap, agar proses penyidikan berjalan efektif dan tuntas,” pungkasnya. (Nul)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com