Kongres Umat Islam Indonesia ke-VII Hasilkan 9 Rekomendasi Deklarasi Babel

  • Whatsapp
Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Kepulauan Bangka Belitung menghasilkan Deklarasi Bangka Belitung dengan beberapa rekomendasi penting yang dihasilkan.

INDOPOLITIKA.COM – Penyelenggaraan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII), yang dilangsungkan di Hotel Novotel Bangka and Convention Centre, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, ditutup Jumat (28/2/2020). Dari kongres ini setidaknya menghasilkan ‘Deklarasi Bangka Belitung’ berisi Sembilan poin krusial. Menteri Agama Fachrul Razi didapuk membacakan deklarasi babel ini sebelum menutup resmi acara.

Salah satu poin deklarasi babel yakni terkait praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sangat merugikan negara. Dimana pelakunya (koruptor) harus menjadi musuh bersama dan wajib dicegah serta dihukum secara maksimal tanpa tebang pilih.

Bacaan Lainnya

Karenanya, deklarasi menekankan sinergitas antar seluruh lapisan Umat Islam. Serta terus meningkatkan kerjasama secara sinergis, terkoordinasi, berkesinambungan antar ormas Islam dan lembaga Islam dalam meningkatkan kualitas kehidupan umat Islam di berbagai bidang”.

KUII VII di Bangka Belitung, seperti dilansir hajinews.id, jatuh pada 02-05 Rajab 1441 H atau bertepatan dengan tanggal 26-29 Februari 2020 dihadiri 1176 dengan 842 peserta aktif dari berbagai unsur. Berikut isi Deklarasi Bangka Belitung Selengkapnya:

DEKLARASI BANGKA BELITUNG

بســم الله الرحــمن الرحيــم

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ…

(Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…)

(Ali Imran:110)

Atas berkat rahmat Allah SWT, Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII Tahun 2020 telah diselenggarakan di Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 2-5 Rajab 1441 H bertepatan tanggal 26-29 Februari 2020. Kongres dihadiri oleh segenap komponen umat Islam di Indonesia antara lain, pimpinan Majelis Ulama Indonesia se-Indonesia, pimpinan Ormas-Ormas Islam, pimpinan organisasi kemahasiswaan kepemudaan (OKP) Islam, pengasuh pondok pesantren dan sekolah Islam, pimpinan perguruan tinggi Islam, dunia usaha, lembaga filantropi Islam, media, pejabat Pemerintah, partai politik, dan para tokoh Islam lainnya.

Bahwa atas dasar komitmen untuk menjaga, mengawal, membela, dan mempertahankan bangsa dan negara Indonesia yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, umat Islam Indonesia berkewajiban untuk mengawal dan meluruskan kembali arah kehidupan berbangsa dan bernegara yang menyimpang dari tujuan didirikannya negara-bangsa ini, sila-sila dalam Pancasila, dan ajaran agama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *