Internasional

Korut-Korsel Gelar Pembahasan Militer 31 Juli Mendatang

Pemimpin Korut Kim Jong-un bersama dengan Presiden Korsel Moon Jae-in berupaya redakan ketegangan kedua negara (Foto: AFP).

Seoul: Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) setuju menggelar pembahasan militer pada Selasa 31 Juli mendatang. Kedua negara berusaha meredakan ketegangan di tengah mencairnya hubungan Korut-Korsel.
 
"Pembicaraan akan dilakukan di zona demiliterisasi, Desa Panmunjom," ujar Kementerian Pertahanan Korsel, dilansir dari laman Channel News Asia, Jumat 27 Juli 2018.
 
Meski demikian, agenda pertemuan masih belum dikeluarkan secara rinci. Kedua pihak terakhir kali melakukan pembicaraan militer pada Juni lalu.
 
Diduga, pertemuan ini juga untuk memperkenalkan Jenderal Angkatan Darat Ri Yong-gil sebagai kepala staf umum militer Korut. Dia baru saja ditunjuk untuk menjadi salah satu pemimpin Tentara Rakyat Korea (KPA) oleh pemimpin Korut Kim Jong-un.
 
Sementara itu, pertemuan ini juga diprediksi untuk membahas mengenai denuklirisasi Korut di Semenanjung Korea. Korsel diduga ditekan Amerika Serikat (AS) untuk membujuk Pyongyang melakukan denuklirisasi secepatnya.
 
Usai melakukan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura, 12 Juni lalu, Washington dan Pyongyang terus melakukan pertemuan guna mengimplementasikan kesepakatan yang dicapai kedua pemimpin negara tersebut.
 
Perjanjian tersebut membuat Kim melakukan 'denuklirisasi total' di Semenanjung Korea dengan imbalan jaminan keamanan dari Amerika Serikat.
 
Pyongyang memandang akhir resmi dari perang ini sebagai jaminan keamanan, mengklaim setelah menghapus program rudal nuklir dan balistiknya.  Sementara Presiden Donald Trump mengecam media karena melemparkan negosiasi sebagai gerakan lambat.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close