Kota Dalam Taman, Program Unggulan Lain Benyamin-Pilar Agar Tangsel Kian Lestari

  • Whatsapp
Program unggulan Benyamin-Pilar

INDOPOLITIKA.COM – Beragam pencapaian dan keberhasilan yang diraih Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam kurun satu dekade terakhir, terutama terkait tata kota dan lingkungan, diharapkan membuat ide pembangunan ke depan tetap menerapkan kesinambungan.

Tantangan tersebut ditangkap pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan dengan mengenalkan konsep kota lestari. Menurut Benyamin, ide kota lestari merupakan konsep pembangunan dan penataan Tangsel menjadi kota berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Berita Lainnya

Konsep tersebut juga selaras dengan visi yang diusung pasangan nomor urut tiga itu, yakni  Terwujudnya Tangerang Selatan Menjadi Kota Unggul yang Lestari.

“Konsep kota lestari bisa dicapai dengan strategi pembangunan yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi, kehidupan sosial dan perlindungan lingkungan,” jelas Benyamin melalui keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2020).

Salah satu tokoh pemrakarsa pemekaran Kota Tangsel dari Kabupaten Tangerang itu menambahkan, konsep kota lestari juga akan menjadikan Tangsel sebagai tempat yang layak huni tidak hanya bagi generasi sekarang, tapi juga untuk generasi akan datang.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, pasangan nomor urut tiga itu menyiapkan sejumlah program unggulan, seperti pengembangan kota dalam taman dan taman dalam kota. Program tersebut juga sejalan dengan konsep kota hijau (green city).

Menurut Pilar Saga Ichsan, pengembangan kota dalam taman dan taman dalam kota sekaligus demi meneruskan ide Walikota Airin Rachmi Diany untuk membuat Tangsel semakin nyaman ditinggali. Gagasan tersebut juga untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan keterpenuhan ruang publik dan ruang terbuka hijau.

“Konsep kota lestari, Pilar menjelaskan, yang salah satunya diturunkan dalam program kota dalam taman dan taman dalam kota, bertujuan untuk menghasilkan pembangunan kota yang berkelanjutan dengan mengurangi dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan dengan kombinasi strategi tata ruang, infrastruktur dan pembangunan sosial.

Nantinya, penataan Tangsel dalam konsep kota lestari akan terdiri dari setidaknya empat elemen. Pertama yakni green planning and design yang berprinsip pada konsep pembangunan kota berkelanjutan.

Kedua dengan memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH). Selain mengurangi polusi, RTH juga bisa menambah estetika kota juga menambah ruang publik. Ketiga yaitu transportasi hijau atau green transportation.

Menurut Pilar, konsep transportasi hijau demi menjadikan sistem dan manajemen transportasi publik di Tangsel berfokus pada transportasi massal yang berkualitas demi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

“Tujuan lainnya juga untuk mengurangi emisi kendaraan dan menciptakan ruang jalan yang ramah bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda,” jelas arsitek berusia 29 tahun itu.

Elemen terakhir yakni komunitas hijau atau green community. Teknisnya dengan melibatkan berbagai stakeholder mulai dari pemerintah, bisnis dan masyarakat dalam pembangunan kota lestari. “Green community bertujuan untuk menciptakan partisipasi nyata dari seluruh elemen dalam pembangunan kota lestari, juga membangun masyarakat yang memiliki karakter dan kebiasaan yang ramah lingkungan,” tutur Pilar. [ind]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *