INDOPOLITIKA.COM- Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mewacanakan akan mencari sosok baru untuk mengisi pos juru bicara dan enam jabatan devinitif lainnya yang belum terisi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk juru bicara, alasan Ghufron selama ini, posisi itu dirangkap kepala Biro Humas. Menurut dia, seharusnya dua posisi jabatan tersebut tidak boleh diisi orang yang sama.

Untuk diketahui, sejak Desember 2016 pos jabatan Juru Bicara KPK diisi Febri Diansyah, yang nota bene merupakan kepala Biro Humas KPK. Sebelum dia, juru bicara KPK adalah Johan Budi, mantan wartawan, yang kemudian ditarik Presiden Jokowi menjadi staf khususnya.

Indonesia Corruption Watch (ICW) justru mempertanyakan apa motif dibalik kebijakan pimpinan KPK ini. Harusnya kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana sebelum melempar wacana tersebut, pimpinan KPK berkonsultasi terlebih dahulu kepada biro SDM KPK.

Hal itu penting dilakukan untuk mencari tahu apa urgensinya sehingga diperlukan untuk mencari sosok pengganti Febri Diansyah, yang selama tiga tahun ini menjadi Juru Bicara KPK. Atau kata dia, apa Febri sebagai juru bicara, selama ini tidak becus dalam bekerja.

“Jika dua persoalan itu menghasilkan kesimpulan bahwa pencarian Juru Bicara KPK tidak mendesak dan kinerja Juru Bicara KPK saat ini sudah baik, lalu apa motifnya?,” ucap Ramadhana.

Kalaupun memang pencarian sosok juru bicara KPK yang baru akan terjadi, Kurnia mewanti-wanti KPK soal mekanisme yang objektif ini. Baginya, jika proses tersebut tidak dilakukan dengan objektif, maka akan ada timbul kecurigaan kepada lima pimpinan KPK yang baru, yang sengaja ingin menghancurkan KPK.[pit]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com