KPK Diduga Lakukan Malpraktek Pada Kasus RJ Lino

  • Whatsapp
RJ Lino

INDOPOLITIKA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga melakukan malpraktek dalam kasus kontrak JICT Pelindo II, lantaran perkara yang melibatkan Ricard Josh (RJ) Lino tersebut, tak jelas juntrungannya sejak Desember 2015 silam.

Hal tersebut diutarakan oleh anggota Komisi III DPR, Benny K Harman, ia mempertanyakan, mengapa kasus itu terkatung-katung lantaran bukti untuk menetapkan RJ Lino masih kurang dari dua alat bukti. Sesuai dengan aturan di dalam undang-undangnya, KPK menetapkan seseorang sebagai tersangka apabila memiliki minimal dua alat bukti.

Baca Juga:

Benny juga mengingatkan KPK, bahwa seharusnya KPK tidak memaksakan diri untuk menetapkan RJ Lino kalau memang belum semua alat bukti dikantongi. Apalagi sebelum undang-undang KPK direvisi, komisi antirasuah tidak diberi kewenangan untuk mengeluarkan SP3 (surat penghentian penyidikan).

“Kan dulu KPK tidak berhak mengeluarkan SP3 supaya KPK tidak main-main. Kalau buktinya belum lengkap, tidak boleh menetapkan seseorang sebagai tersangka,” kata Benny di Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/12/2019).

“Tetapi, begitu ia menjadi tersangka paling lama dalam waktu satu tahun, kasusnya sudah dibawa ke pengadilan. Ini dulu debat kita, lampu di ruangan ini menjadi saksinya,” imbuh Benny.

Politikus Partai Demokrat itu juga menceritakan, bahwa ketika itu, pimpinan KPK yang duduk di seberang dari anggota DPR adalah Taufiqurrahman Ruki.

“Ini berarti ada malpraktik dong? Kalau alat buktinya tidak lengkap, mengapa kemudian dulu menetapkan Lino sebagai tersangka?,” tanyanya.

Tak hanya itu, Benny pun mengingatkan agar pimpinan KPK lebih hati-hati ketika memberikan penjelasan yang bisa disaksikan oleh publik.[rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *