Internasional

KPK Malaysia Kembali Tahan Mantan PM Najib Razak

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak (Foto:AFP)

Putrajaya: Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) kembali menahan mantan Perdana Menteri Najib Razak terkait kasus 1Malaysia Development Berhad (MDB). Penahanan dilakukan pukul 16.13 waktu setempat.

"SPRM telah menahan mantan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Mohd. Najib Abdul Razak berhubungan dengan kasus yang menarik perhatian masyarakat dan internasional, yaitu kasus 1MDB, terkait masuknya uang sebesar 2,6 miliar ringgit Malaysia ke akun pribadi beliau," demikian pernyataan SPRM, yang dikutip Medcom.id, Rabu 19 September 2018.

SPRM mengatakan Najib akan menghadapi tuduhan di bawah Secti9n 23 (1) Akta Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia 2009. Jika sudah mendapat izin mendakwa, Najib akan disidang pada 20 September 2019 di Kuala Lumpur pukul 15.00.

"SPRM juga akan bekerja sama dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) bagi merekam percakapan Najib Razak sebelum dia dibawa ke Pengadilan besok, untuk membantu rencana pihak polisi menurut Akta Pencegahan Pengubahan Wang Haram, Pencegahan Pembiayaan Keganasan dan Hasil Daripada Aktivitas Haram (AMLATFPUAA) 2001," kata mereka.

Satuan tugas khusus (satgas) yang menyelidiki skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) telah membekukan 408 rekening bank milik puluhan individu dan perusahaan. Rekening yang dibekukan diduga terkait penyelidikan barang sitaan 1,1 miliar ringgit (Rp 3,8 triliun) dalam skandal 1MDB.

Satgas 1MDB menyebut ratusan rekening bank yang dibekukan itu merupakan milik 81 individu dan 55 perusahaan. Rekening-rekening itu diduga telah menerima dana 1MDB yang diselewengkan. Kepolisian Malaysia juga telah menyita barang-barang dan uang tunai dari sejumlah properti terkait Najib, dengan nilai totalnya mencapai 1,1 miliar Ringgit. 

Barang sitaan itu berbentuk perhiasan, tas tangan, jam tangan dan berbagai barang mewah lainnya.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close