KPK Sita Aset Suami Airin Senilai Rp 500 Miliar, Ada Rumah dan Apartemen di Australia  

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COMSuami Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan akan dihadapkan pada proses hukum kembali, untuk kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“KPK telah menyelesaikan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dengan tersangka TCW (Tubagus Chaeri Wardana) swasta, hari ini,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (8/10).

Baca Juga:

Menurut Febri, KPK  dalam hal ini menyita aset suami Walikota Tangsel itu, sekitar Rp 500 miliar. KPK menduga uang yang digunakan Wawan melakukan TPPU berasal dari sejumlah pihak sepanjang 2006-2013. “Sampai saat ini, KPK menyita sejumlah aset dengan nilai sekitar Rp 500 miliar,” tegas Febri.

Diduga, sebut Febri, TCW melalui perusahaannya telah mengerjakan sekitar 1.105 kontrak proyek dari pemerintah Provinsi Banten dan beberapa Kabupaten yang ada di Provinsi Banten. “Total nilai kontrak kurang lebih sebesar Rp 6 triliun,” jelas Febri.

View this post on Instagram

KPK menduga uang yang dipakai Wawan untuk melakukan TPPU itu berasal sari proyek yang dikerjakan perusahaan Wawan dan pihak lain pada 2006-2013. KPK menduga Wawan telah mengerjakan paket proyek di Banten sekitar 1.105 proyek yang nilainya Rp 6 triliun. Nilai aset Wawan yang berada di Australia saat pembelian pada 2012-2013 setara dengan total sekitar Rp 41,14 miliar, yaitu rumah senilai AUD 3,5 juta dan apartemen di Melbourne senilai AUD 800 ribu. Untuk aset di Australia, Febri mengatakan KPK menempuh proses Mutual Legal Assistance (MLA) untuk kebutuhan penanganan perkara. KPK menyebut penyelidikan aset di Australia bekerjasama dengan Australian Federal Police (AFP). #indopolitika #kpk #kpkri #korupsi #pencucianuang #moneylaundering #politik #beritaterkini #beritaupdate

A post shared by Indopolitika.com (@indopolitika) on

Febri menjelaskan, KPK baru menyelesaikan kasus TPPU Wawan setelah 5 tahun ini karena penyidik mengidentifikasi rinci terkait aliran dana ini. Untuk menelusuri aset Wawan, KPK mengaku bekerja sama dengan lintas negara.

“Penyidikan ini membutuhkan waktu sekitar 5 tahun, karena tim harus mengidentifikasi secara rinci proyek-proyek yang dikerjakan, dugaan keuntungan yang didapatkan secara tidak semestinya, aliran dana, penelusuran aset yang berada di sejumlah lokasi dan kerja sama lintas negara,” jelas Febri.

Nilai aset Wawan yang berada di Australia saat pembelian pada 2012-2013 setara dengan total sekitar Rp 41,14 miliar, yaitu rumah senilai AUD 3,5 juta dan apartemen di Melbourne senilai AUD 800 ribu.

Untuk aset di Australia, Febri mengatakan KPK menempuh proses Mutual Legal Assistance (MLA) untuk kebutuhan penanganan perkara. KPK menyebut penyelidikan aset di Australia bekerjasama dengan Australian Federal Police (AFP).[asa]

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *