Susah Mangkir Lagi Bos…KPK Tetapkan Menpora Tersangka Suap dana KONI

Imam Diduga Terima Total Uang Sebesar Rp 26,5 Miliar
  • Whatsapp
Menpora Imam Nahrawi (kanan) meninggalkan ruangan untuk menunggu giliran bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap dana hibah KONI dengan terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/4/2019). (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

INDOPOLITIKA.com- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dana KONI. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sempat dipanggil KPK sebanyak tiga kali. Pemanggilan itu dilakukan pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus. Namun Imam mangkir pada tiga panggilan tersebut.

“Sebelumnya, proses penyelidikan dilakukan sejak 25 Juni 2019. KPK juga telah memanggil IMR (Imam Nahrawi), Menpora sebanyak 3 kali, namun yang bersangkutan tidak menghadiri permintaan keterangan tersebut,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

Baca Juga:

Imam diduga KPK menerima uang melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum sedari menduduki jabatan sebagai menteri. Uang-uang yang diterima Imam diduga terkait berbagai hal. Tetapi, jelas Alex, yang paling utama terkait pengajuan proposal dana hibah KONI dari Kemenpora.

“Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak lain yang terkait,” tegas Alexander.

Kasus ini merupakan pengembangan kasus dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Pada kasus awal, KPK menjerat 5 orang tersangka yaitu Ending Fuad Hamidy, Johnny E Awuy, Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko Triyanto. Ending dijerat dalam jabatannya sebagai Sekjen KONI, sedangkan Johnny sebagai Bendahara Umum KONI.

Baik Ending maupun Johnny telah divonis bersalah dalam pengadilan dengan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara bagi Ending dan 1 tahun 8 bulan penjara bagi Johnny. Sedangkan 3 orang lainnya yaitu Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko Triyanto masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.[asa]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *