KPU Minta Bantuan Kemendagri Tangani Lima Pemda ‘Garis Keras’

  • Whatsapp
Komisioner KPU Pramono Ubaid Thantowi

INDOPOLITIKA.COM- Lima pemda ini dimata KPU boleh dibilang cukup nakal. Hingga masuki tahapan sosialisasi dan bimbingan teknis Pilkada 2020, kelima pemda ini masih belum mau menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) penyelenggaraan Pilkada 2020.

Kelima daerah ini masuk dalam provinsi garis keras yang pernah dipaparkan Mahfud MD saat Pemilu 2019 lalu. Kelima daerah itu adalah; Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Tanah Datar (Sumatra Barat), serta Simalungun (Sumatra Utara), dan Pangkajene Kepulauan (Sulawesi Selatan)

Baca Juga:

Saking alotnya, KPU sampai meminta bantuan Kementerian Dalam Negeri untuk “memaksa” lima pemda tersebut untuk duduk bersama satu meja dengan KPU dan Bawaslu.

“Sehingga pembahasan soal anggaran bisa segera tercapai,” kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di Jakarta, Selasa (05/11/2019).

Pramono Ubaid berharap ada upaya lebih jauh dari kementerian yang kini dipimpin Jenderal (Purn) Tito Karnavian itu untuk mempertemukan pemda tersebut dengan penyelenggara pilkada.

Secara prinsip, kata dia, penyelenggara pilkada di daerah bersedia membicarakan secara terbuka dengan pemda setempat mengenai anggaran.

“Kita buka satu persatu, anggaran KPU kalau mau dipotong, misalnya sosialisasi, oke. Berapa kegiatan? Atau spanduknya, anggaran awalnya per desa dua, kemudian dipotong satu, misalnya. Kayak gitu teman-teman terbuka,” katanya.

Namun, persoalannya pemda dari awal sudah mematok angka dan tidak terjadi proses pembahasan secara terbuka. Sementara angka yang dipatok sepihak itu jauh sekali dari kebutuhan yang diajukan oleh KPU.

“Masalahnya, beberapa daerah itu tidak pernah memberitahu pos anggaran mana yang harus dipotong, tetapi sejak awal mematok, pokoknya untuk KPU sekian. Jadi, KPU juga enggak tahu harus ngapain kalau dipatok gitu,” kata Pramono.

Artinya, kata dia, memang harus ada intervensi dari pihak-pihak yang lebih berwenang, terutama Kemendagri yang harus mengambil langkah lebih maju untuk membuat proses dialog itu terjadi.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *