“Kritik Anies Boleh, Asal Tidak Didasari Dendam Politik”

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Gonjang-ganjing pembahasan KUA-PPAS di Kebon Sirih mengundang reaksi berbagai kalangan. Disarankan kepada anggota dewan yang baru belajar pada senior-seniornya dalam pembahasan APBD DKI. Jangan sampai asal mengkritisi dengan tuduhan-tuduhan yang mengarah ke fitnah kepada Gubernur DKI Anies Baswedan.

“Harus punya data fakta dan bukti kalau orang Betawi bilang ‘Jelambar Kampung Gusti, Ada Gambar Harus Ada Bukti’ Jangan asal nyablak ngomong tanpa dasar, sehingga terpercik ke muka sendiri. Apalagi membawa atas nama partai jadi namanya tidak bagus,” ujar Direktur Aliansi Pemerhati Eksekutif dan Legislatif (APEL) Edi Gusyani pada wartawan, Rabu (13/12/2019).

Bacaan Lainnya

Menurut Edi, Gubernur Anies terlalu sabar dan santun tidak seperti Gubernur periode lalu. Tokoh muda Betawi ini pun meminta dewan segera berkerja sesuai dengan tupoksinya, apalagi saat reses tanggung jawab mereka dengan datang ke pemilihnya konstituennya.

“Kritik kepada Gubernur sah-sah saja. Asal tidak didasari dengan ‘dendam politik’.  Saat ini masyarakat kan sudah cerdas dalam menilai manuver-manuver yang terjadi di Kebon Sirih,” beber Edi Betawi dengan gaya ceplas-ceplos.

Yang penting saat ini lanjut Edi baik pihak Pemprov DKI maupun DPRD harus saling terbuka dan tidak saling menjatuhkan satu sama lain.

“Sudahlah tutup buku tahun ini untuk tidak ada kegaduhan. Jangan elit elit politik memberikan contoh yang kurang elegan ini. Juga khusus untuk SKPD  dalam menggunakan anggaran jangan serampangan karena ini menyangkut amanat uang rakyat harus pertanggung jawabkan,” tegasnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *