Kritisi Pungli PPDB SMA Negeri di Kota Depok, Ferry Batara: Depok Butuh Kepemimpinan di Bidang Pendidikan

  • Whatsapp

Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri tahun 2018 di Kota Depok diwarnai praktik jual beli kursi serta pungli seperti laporan yang diterima oleh Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya. Mirisnya, hal ini ternyata sudah terjadi setiap tahun dan mengakar di Kota Depok.

Menanggapi hal itu, Bacaleg Dapil VI Jabar (Depok-Bekasi), Ferry Batara mengatakan saat ini Kota Depok membutuhkan kepemimpinan yang memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan good and clean governance.

Baca Juga:

“Jika untuk masuk sekolah saja harus ada riswah atau sogok-menyogok, suap menyuap, apa lagi yang tersisa di negara kita tercinta?. Jadi tentu menjadi pekerjaan rumah bagi kita untuk bebas dari riswah ini,” ujarnya saat ditemui di Cinere, Depok, Selasa (14/8/2018).

Ferry sendiri mengaku kecewa atas terjadinya suap menyuap dalam penerimaan peserta didik baru di Depok padahal sesungguhnya sudah ada tim pengawas PPDB, ditambah lagi penandatanganan pakta integritas dari beberapa pemegang kepentingan. Namun nyatanya, kata Ferry, praktik pungli dan jual beli kursi tetap terjadi.

Ferry berharap kasus PPDB yang pernah terdengar oleh KPK, Kemendikbud, Ombudsman hingga kepolisian di Depok ini dapat dibuktikan, apakah termasuk pelanggaran pidana atau tidak.

“Sebab warga Depok akan mengira ada pembiaran oleh pihak terkait nantinya. Dan lebih buruk lagi kalau hal yang melanggar hukum dianggap biasa atau lumrah,” kata Ferry.

Ferry meminta agar anggota DPRD Depok dan seluruh elemen terkait dapat mengkritisi hal ini ke depannya dengan tegas.

“Ini untuk menjaga Depok yang dinilai sebagai kota pendidikan, jangan berubah menjadi kota tipu daya pendidikan,” tutup Ferry. (IND)

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *