Pemerintahan

KSP Dukung Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama di Bidang Kemaritiman

JAKARTA – Selama 3,5 tahun menjalankan pemerintahannya, Presiden Jokowi serius untuk membangun Indonesia menuju poros maritim dunia. Ini merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektivitas antar pulau, pengembangan industri perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim.

Untuk itu, Indonesia pada dasarnya mendorong prinsip inklusifitas atau keterbukaan dalam agenda diplomasi maritim. Indonesia tentu saja mengajak semua negara mitra Indonesia untuk lebih mengedepankan dialog dan pendekatan hukum international sehingga kerja sama yang tecipta akan semakin erat.

Hal ini disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima penasehat Perdana Menteri Jepang bidang Keamanan Maritim Kentaro Sonoura di Bina Graha, Jakarta. Kamis, 12 Juli 2018. Hadir juga dalam pertemuan itu Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii.

Moeldoko tertarik pada inisiatif Jepang untuk ikut mengembangkan pulau-pulau terluar, terdepan, dan tertinggal (Kawasan 3T) Indonesia dalam bentuk kerja sama yang konkret. Moeldoko memandang Indonesia dan Jepang memiliki strategi maritim yang sama yaitu mengedepankan pendekatan kesejahteraan ekonomi  (prosperity approach) dan keamanan (security approach).

“Kita akan tingkatkan kerja sama dalam rangka kesejahteraan ekonomi, pembangunan pulau-pulau terluar Indonesia terutama dalam bidang perikanan.  serta pemberantasan illegal fishing dan penyelundupan narkoba. “ ujar penasehat PM Jepang bidang keamanan maritim Kentaro Sonora.

Lebih lanjut dijelaskan Kentaro, kerja sama yang sudah dilakukan kedua negara antara lain yaitu capacity building dengan negara-negara di wilayah Indo-Pasifik. Sudah dilakukan di Indonesia yaitu pelatihan bersama antara Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia dengan Japan Coast Guard (JCG).

Apresiasi Kerja Sama Keamanan Laut Indonesia-Jepang

 

Moeldoko mengapresiasi pelatihan bersama keamanan laut Indonesia-Jepang, yaitu Komodo exercise. Perlu diketahui, pelatihan tersebut merupakan pelatihan di bidang humanitarian assistance and disaster relief (HA/DR), anti pembajakan, dan kontra terorisme.

Saat ini, dunia internasional termasuk Indonesia menghadapi persoalan serius dalam penyebaran narkoba lewat perbatasan laut dan darat, serta illegal fishing, kedua hal tersebut masuk dalam kejahatan kriminal trans-nasional.

“Kami ingin menggali lebih jauh untuk kerja sama dan bersinergi dengan Jepang. Terima kasih atas diskusi hari ini, saya berpendapat pertemuan yang intensif akan menghasilkan formula yang baik untuk ke depannya,” kata Panglima TNI 2013-2015 itu.

jep2

 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close