Pemerintahan

Kawal Inpres No 9/2017 untuk Pembangunan Kesejahteraan Papua

JAYAPURA – Sejak Selasa 20 Februari 2018 hingga Jum’at 23 Februari 2018 Kantor Staf Presiden menugaskan Kedeputian V untuk mendampingi rapat koordinasi penyusunan dan penajaman rencana aksi percepatan pembangunan kesejahteraan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang berlangsung masing-masing ibukota provinsi.

Di Jayapura, rakor dipimpin Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Bappenas Taufik Hanafi serta dihadiri Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden Theofransus Litaay, sedangkan kegiatan di Manokwari Papua Barat dipimpin Tim Bappenas Theresia Ronny Andayani (mantan Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas) serta dihadiri Ahli Utama KSP Sylvana Apituley.

Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani menjelaskan bahwa penyusunan rencana aksi merupakan bagian dari proses implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Provinsi Papua dan Papua Barat yang telah diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo.

“KSP bersama dengan BPKP dan Bappenas berdasarkan Inpres ini diinstruksikan untuk melakukan pengendalian dan pengawasan atas pelaksanaan Inpres Nomor 9 tahun 2017. Oleh sebab itu diharapkan kami akan berkoordinasi per triwulan terkait implementasi rencana aksi,” papar Jaleswari.

Pertemuan yang dikoordinir oleh Bappenas ini dihadiri oleh masing-masing Kepala Bappeda Provinsi, pejabat level Direktur atau Sesditjen dari kementerian dan lembaga bidang pendidikan, kesehatan, kelautan dan perikanan, pariwisata, perhubungan, perindustrian, perdagangan, koperasi dan UKM, serta KSP. Masing-masing kementerian dan lembaga turut disertai dengan dinas teknis terkait.

“Dalam penajaman rencana aksi pembangunan ini, instruksi untuk setiap kementerian dan lembaga dirumuskan dan dibahas berdasarkan kondisi eksisting, rencana aksi, output yang diharapkan serta target tahun 2018 dan 2019, serta lokasi, sumber anggaran, dan penanggung jawabnya baik di nasional, provinsi, dan kabupaten,” jelas Theo Litaay.

Theo menjelaskan, kompleksitas pembangunan Papua cukup tinggi namun dapat dilaksanakan sebagaimana arahan Presiden Jokowi. Ia menguraikan, masalah-masalah pembangunan yang dibahas sesuai isi instruksi Presiden mencakup persoalan pendidikan, kesehatan, pertanian, kelautan dan perikanan, jalan, perhubungan (bandara dan pelabuhan), air bersih dan perumahan, ketenagalistrikan, informasi dan komunikasi, serta dalam konteks Papua atas catatan KSP ditambahkan fokus masalah pembangunan wilayah perbatasan.

“Dalam pertemuan di Jayapura, KSP memberikan arahan mengenai urgensi Inpres Nomor 9 tahun 2017 dalam kaitan dengan berbagai hambatan yang selama ini menjadi bottleneck pelaksanaan pembangunan di Papua serta pentingnya terobosan secara terencana dan terkendali dalam waktu dua tahun mendatang. Kasus yang terjadi di Asmat diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dan motivasi untuk meningkatkan berbagai pencapaian pembangunan,” demikian Theo Litaay.

Sementara itu, Sylvana Apituley menyatakan, dalam pertemuan di Manokwari, Bappenas menguraikan pentingnya menyertakan detail rencana pembangunan setiap rencana aksi termasuk transportasi darat, udara dan laut, termasuk alasannya (mengapa pembangunan X dipilih) dan sumber penganggarannya.

“Dari KSP kami memberikan contoh bandara Raja Ampat, di mana diperlukan waktu cukup panjang dan banyak usaha khusus, dengan potensi banyak kendala khusus agar perpanjangan bandara bisa terjadi, sebab dekat dengan bukit daerah konservasi, sehingga kehati-hatian tetap diperlukan,” kata Sylvana Apituley.

Selain pertemuan dengan forum pemerintah provinsi, dunia pendidikan tinggi di provinsi Papua juga memberikan perhatian dan dukungan kepada hadirnya Inpres nomor 9 tahun 2017 yang diharapkan dapat mendorong peningkatan pembangunan pendidikan di provinsi Papua dan provinsi Papua Barat. Hal ini disampaikan oleh Pembantu Rektor III Universitas Cenderawasih Julius Ary Mollet, dalam pertemuan terpisah di Rektorat Uncen bersama KSP dan Tim Pengembangan Uncen.

Tags

Artikel Terkait

Close