Pemerintahan

Inovasi Dalam Perencanaan Pembangunan Sangat Penting

DEPOK – Inovasi dalam perencanaan pembangunan sangat penting agar bangsa ini mampu adaptif dan survive menghadapi berbagai kondisi ketidakpastian global.

Pernyataan itu disampaikan Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho dalam kuliah umum yang dihadiri oleh 300 mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), di Depok, Jum’at, 23 Februari 2018.

Yanuar menegaskan, inovasi sains dan teknologi dalam konteks saat ini harus dapat digunakan oleh birokrasi di seluruh unsur pemerintah. Diuraikan, untuk menerjemahkan visi politik pembangunan ke dalam proses teknokrasi program prioritas pemerintah yang berfokus pada lima hal, yakni menurunkan kemiskinan, menekan ketimpangan, menciptakan lapangan kerja, mendorong inklusi sosial, serta mengurangi kerusakan lingkungan.

“Berbagai capaian pemerintah Jokowi-JK di bidang pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, swasembada pangan, dana desa, reforma agraria dan perhutanan sosial, serta bidang lainnya yang terkait, ditujukan untuk menjawab tantangan-tantangan itu,” jelasnya.

Untuk mendukung terpenuhinya tugas menjawab tantangan itu, mutlak dibutuhkan ketersediaan data yang akurat dan sinergi lintas sektor. Yanuar mencontohkan, di dalam perencanaan prioritas pembangunan bidang pariwisata misalnya, untuk mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019 dan kontribusi sektor pariwisata sebesar 8% terhadap PDB, saat ini terdapat 6 program prioritas, di mana setiap program terdapat kegiatan prioritas yang melibatkan 17 Kementerian Lembaga serta Pemda.

Oleh karena itu, akurasi dan integrasi data, serta koordinasi dan sinkronisasi multi dan lintas stakeholder, jelas menjadi penting khususnya dalam perencanan, penganggaran, pelaksanaan serta pengendalian program prioritas. “Tidak hanya lintas kementerian dan pemerintah daerah, tetapi juga pihak masyarakat sipil dan sektor swasta, khususnya dalam implementasi di lapangan,” ungkapnya.

Di dalam pengantar kuliahnya, Dekan Fakultas llmu Administrasi Universitas Indonesia Prof. Dr. Eko Prasodjo berharap sesi kuliah umum kali ini dapat membuka cakrawala berpikir mahasiswa tentang pembangunan Indonesia dan kondisi realita tantangan yang dihadapi pemerintah.

“Sehingga mahasiswa serta seluruh civitas academica dapat ikut terlibat dan berkontribusi memberikan masukan strategis bagi pemerintah, sekaligus menjadi elemen kontrol sosial dalam mengawal jalannya pembangunan,” jelasnya. (rls)

Tags

Artikel Terkait

Close