Kurang Proaktif, Pemerintah Masih Suburkan Ketimpangan

  • Whatsapp
Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati

INDOPOLITIKA.COM – Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati menyarankan, agar pemerintah lebih proaktif dan progresif dalam menyelesaikan permasalahan ketimpangan.

Menurutnya, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang lebih spesifik untuk mengatasi ketimpangan. Berdasarkan koefisien Gini, ketimpangan di Indonesia masih stagnan pada angka 0,380.

Berita Lainnya

“Sedikit mengalami penurunan dari 0,382 atau sebanyak 0,002 poin. Perbaikan gini rasio lebih disebabkan meningkatnya konsumsi kalangan menengah dibandingkan perbaikan konsumsi kalangan bawah,” kata Anis, Rabu (21/10/2020).

Politisi PKS ini pun mengungkapkan, tidak optimalnya pembangunan ekonomi dan peningkatkan kesejahteraan rakyat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 23 Ayat 1, yang mengatur tentang anggaran, menjadi catatan yang tidak baik.

“Bahkan, Indonesia semakin dekat dengan jebakan negara berpendapatan menengah,” ucapnya.

Secara khusus, Anis mencatat, ketidakberhasilan mencapai target pertumbuhan ekonomi diantaranya karena struktur ekonomi nasional terus bergantung pada sektor konsumsi. Porsi konsumsi rumah tangga terhadap PDB pada 2019 mencapai 56,62 persen, meningkat dari 55,76 persen pada 2018.

“Hal ini menunjukkan ekonomi nasional semakin rapuh karena bergantung pada daya beli,” tuturnya.

Peranan belanja pemerintah yang hanya 8,75 persen, dinilai Fraksinya sangat rendah untuk mendukung ekspansi pemerintah. Sementara itu, menurut angka realisasi LKPP tahun 2019, realisasi belanja negara mencapai Rp2.309 triliun.

“Angka tersebut mencapai 14,58 persen dari PDB tahun 2019 sebesar Rp15.833 triliun. Dengan memerhatikan angka tersebut, terlihat bahwa kualitas belanja pemerintah cukup buruk. Gap antara potensi ideal dengan realisasi sekitar 6 persen,” pungkasnya. [rif]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *