Kurangi Gas 3Kg, Pertamina Pasang Instalasi LPG Non Subsidi di 55 Pesantren

  • Whatsapp
Pertamina MOR IV melounching program kemitraan di Pesantren Boyolali.

INDOPOLITIKA.COM – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Area Jateng dan DIY telah memasang instalasi gas LPG non subsidi secara berkala di 55 lokasi Pesantren di Kabupaten Boyolali. Hal ini sebagai upaya mengurangi penggunaan LPG 3 kg di lingkungan pesantren.

Iin Febrian selaku General Manager Pertamina MOR IV mengatakan bahwa Program ini telah berlangsung sejak bulan Juni 2019 dan merupakan salah satu bagian dari misi Pertamina dalam mengkampanyekan penggunaan LPG Subsidi tepat sasaran.

Baca Juga:

“Tujuan dasar Pesantren yang merupakan salah satu pusat kegiatan keagamaan, dapat memberikan tauladan bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam membeli dan memilih produk LPG. Sebagaimana kita ketahui bahwa produk LPG pertamina terbagi dua yaitu yang disubsidi dan non subsidi”, ujar Iin.

Sebelum adanya program instalasi ini, ke 55 Pondok Pesantren tersebut masih menggunakan LPG 3 Kg bersubsidi. Sebanyak total 646 tabung LPG 3 Kg telah ditukarkan oleh pihak pesantren dengan 322 tabung Brightgas 5,5 Kg.

“Artinya program instalasi ini secara tidak langsung memberikan kontribusi dalam penghematan kuota LPG 3 KG di wilayah Kab Boyolali yaitu sebesar 13.500 Kg atau setara dengan 4.500 Tabung LPG 3 Kg setiap bulannya” ungkap Iin.

Iin juga menambahkan bahwa program ini secara bertahap akan dilakukan di pondok pesantren di Kota-kota lainnya seperti Klaten dan Solo. “Besar harapan kami seluruh pondok pesantren terutama yang mampu, dapat menggunakan LPG non subsidi sehingga kuota LPG subsidi dapat digunakan oleh mereka yang tidak mampu dan lebih berhak,” ujar Iin.

Ditemui di acara yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Abror, Hafid Amin mengungkapkan apresiasinya terhadap program yang diinisiasi oleh Pertamina ini. “Kami berterimakasih pada Pertamina atas edukasi dan atensinya terhadap pondok pesantren dan kami harapkan budaya penggunaan LPG non subsidi ini dapat menjadi teladan bagi pemimpin, pengurus dan para santri disini” ujarnya. [rma]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *