Internasional

Kuwait Pertimbangkan Setop Ekspor Minyak Terkait Aksi Teror

Sebuah kapal tanker berlayar di Terusan Suez. (Foto: Stringer/AFP/Getty Images)

Kuwait City: Kuwait mempertimbangkan mengikuti langkah Arab Saudi untuk menghentikan ekspor minyak di sepanjang Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah. Penghentian dilakukan Arab Saudi setelah terjadi serangan terhadap dua kapal tanker oleh pemberontak Houthi di Yaman.

Jikwa Kuwait memutuskan menghentikan ekspor, maka kemungkinan akan berdampak signifikan terhadap pasokan minyak melalui Terusan Suez dan pipa minyak mentah SUMED yang menghubungkan Laut Merah dan Mediterania.

Badr al-Khashti, kepala Perusahaan Tanker Minyak Kuwait (KOTC), mengatakan bahwa, "semua opsi memmungkinkan, tetapi belum ada yang dapat dikonfirmasi sejauh ini."

Serangan Houthi pada Rabu kemarin menyebabkan kerusakan kecil pada satu dari dua kapal tanker jenis Large Crude Carriers (VLCCs). Tidak ada korban dari serangan tersebut.

Selat Bab al-Mandeb, di mana Laut Merah bertemu Teluk Aden di Laut Arab, hanya memiliki lebar 20 kilometer. Hal ini membuat ratusan kapal berpotensi menjadi sasaran empuk serangan.

Langkah apapun untuk menutup Bab al-Mandeb, perairan sempit antara pesisir Yaman dan Afrika di ujung selatan Laut Merah, akan menghentikan semua pengiriman minyak melewati Terusan Suez Mesir atau pipa minyak mentah SUMED.

Pipa SUMED, dengan kapasitas 2,34 juta barel per hari (BPD), membentang sejajar dengan Terusan Suez, dan dapat digunakan tanker minyak yang tidak bisa berlayar di terusan tersebut.

Badan Informasi Energi AS (EIA) menyebut sekitar 4,8 juta barel minyak mentah dan produk minyak olahan mengalir dari Selat Bab al-Mandeb ke Eropa, Amerika Serikat, dan Asia sepanjang 2016.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close