Kyai Rifa’i, Benarkah Beliau Kyai ENTREPRENEUR?

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – KH Ahmad Rifa’i Arief atau Kyai Rifa’i, secara sadar saya ingin katakan bahwa dalam suatu khazanah kepemimpinan, ia seperti ruang kecil di tengah padang tandus yang luas, yang memiliki lintasan mata air yang memberi kehidupan baru dan unik bagi hewan dan tumbuhan di ruang kecil itu.

Bahkan manusia pun yang melintasinya seperti menemukan surga, menemukan harapan baru, optimisme, dan keberanian untuk melompati halang rintang kehidupan di padang tandus nan luas. Maka tak ayal, bagi saya, Kyai Rifa’i, dalam konteks jalan lintasan satu generasi ke generasi lainnya, ia adalah oasis.

Berita Lainnya

Kyai Rifa’i bukanlah pemimpin elit di pemerintahan atau di lingkungan partai politik atau di organisasi-organisasi masyarakat yang besar, ia bukan pula saudagar besar nan kaya raya. Sekali lagi, bukan. Namun dari tangan dinginnya, ia banyak melahirkan generasi santri yang berkembang hebat di semua profesi, bahkan santri yang multitalent, dan yang tak kalah penting banyak para tokoh negeri yang ketika sudah bertemu dan bertukar pikiran dengan beliau, para tokoh itu lebih mantap menerbitkan kebijakan atau menerapkan strategi-strategi yang visioner.

Kyai Rifa’i dengan begitu, dia tidak saja dianggap istimewa oleh para kyai di pedalaman kampung, namun juga istimewa di mata tokoh seperti sang pendiri bangsa Indonesia, Mohammad Natsir, dan sang pembaharu Islam, Nurcholish Madjid. Ia bukan saja dipandang sebagai grand master oleh para alumni yang mencoba mengikuti kiprah Kyai Rifa’i dengan membangun pesantren, melainkan oleh para pimpinan Pondok Modern Gontor dianggap sebagai alumni yang produktif melahirkan pembaruan-pembaruan dalam hal kepesantrenan modern.

Dalam beberapa kasus, terlihat Kyai Rifa’i bersikap revolusioner dalam hal kepesantrenan, seperti mencampurkan santriwan dan santriwati dalam kegiatan belajar di satu kelas tanpa pembatas, merintis pengajaran marching band di lingkungan pesantren secara profesional. Namun, bagi saya, dalam kancah perubahan sosial, ia bukan sang revolusioner dalam artian tertentu. Kyai Rifa’i, bagi saya, adalah tokoh yang progresif dalam memandang persoalan dan melangkah gradual dalam mencapai tujuan.

Ia adalah tipe kyai yang percaya bahwa proses lebih utama ketimbang  hasil. Karenanya ia selalu memompa semangat kerja dan ikhtiar dari para santrinya dengan penuh kemandirian. “Bersandar pada kekuatan diri sendiri adalah pangkal dari keberhasilan,” tegasnya. Namun demikian, ketika segalanya sudah terjadi, Kyai Rifa’i pun menyerukan kepasrahan total pada ketentuan Tuhan.

Hal lain dari segi progresivitas berpikirnya, kita bisa simak dari salah satu petuah yang ia tanamkan pada santrinya, misalkan, “Kalau mau kaya, jangan kalian pergi ke dukun, tapi pergilah ke pedagang-pedagang cina. Belajarlah sama mereka. Dukunnya saja miskin, mana mungkin bisa bikin kamu kaya? Kalau dia bisa bikin orang miskin jadi kaya, maka dirinya dulu yang pasti ia buat kaya.”

Kyai Rifa’i, kyai yang mencintai seni dan budaya, serta dan melestarikannya di lingkungan pesantrennya, wajib dikenang ketika premis-premis dasar keagamaan harus tumbuh subur di atas tanah setempat, dengan tanahnya yang unik dan airnya yang unik. Ketika dakwah kebenaran harus memancar di garis cakrawala, Kyai Rifa’i seperti tak ingin memisahkan nilai-nilai agama dan hukum-hukum rasio agar kehidupan yang fana ini bisa menjadi bianglala.

Karena itu, ketika kita mau melekatkan predikat “Kyai Entrepreneur” pada Kyai Rifa’i, menurut hemat saya, kita bukan sedang mematok wacana bahwa ia adalah seorang entrepreneur dalam arti yang umum dalam konteks bisnis. Tapi lebih daripada itu, saya bisa sumbangkan satu pemaknaan lain dari kata entrepreneurship di sini yaitu potensi-potensi untuk menghasilkan suatu kelebihan.

Dengan demikian, Kyai Entrepreneur di sini adalah kyai yang mahir dalam membaca potensi atau kemungkinan atau peluang yang ada untuk menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai lebih. Kyai Entrepreneur adalah kyai yang percaya tentang kepemimpinan yang mandiri adalah hal utama dan bersikap rasional adalah hal yang niscaya. Kyai Entrepreneur adalah kyai yang percaya pada kekuatan ikhtiar, sekaligus pasrah pada taqdir Tuhan.

Salam,
Rangkasbitung, 21 September 2021

Chavchay Syaifullah

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *