Lagi Asyik Ngeracik Bom, Anak Buah Teroris Santoso MIT Ditangkap

  • Whatsapp
Operasi penangkapan AW di Poso

INDOPOLITIKA.COM- Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri dibantu Satbrimobda Sulawesi Tengah berhasil meringkus warga yang diduga merupakan teroris di Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Minggu (13/10).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Polda Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Didik Supranoto memaparkan, terduga teroris berisinal AW berusia 24 tahun yang berhasil diamankan merupakan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Muat Lebih

“AW diduga tengah berupaya membuat bom rakitan. Dengan cara melakukan beberapa pembelian bahan-bahan dasar untuk pembuatan bahan peledak berupa acheton, H202, pupuk KNO3, serta beberapa barang lainnya untuk membuat bom rakitan,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (14/10).

Didik menuturkan usai dilakukan penggeledahan di rumah AW, Densus 88 langsung bertolak ke rumah warga yang berinisial AZ. Terduga melarikan diri saat dilakukan penggerebekan, namun sejumlah barang bukti bahan peledak ditemukan di rumahnya.

Diantaranya; tiga botol plastik berisi sisa cairan kimia H202, acheton, satu bilah pedang samurai, tiga kotak berisi campuran olahan bahan kimia, satu buah beaker glass merek bomex gelas kaca kimia 500 mili, sembilan bungkus KN03 santagrow satu kilogram dan delapan  botol sirup berisi bahan bakar. “Saat ini, AZ masih terus dibur,” pungkasnya.

Sekadar latar, MIT merupakan kelompok militan yang operasinya di Poso Sulawesi Tengah. MIT pernah berbait dengan Negara Islam Irak dan Syuriah (ISIS). Polri sudah bertahun-tahun berupaya menumpas kelompok ini lewat Operasi Tinombala berjilid-jilid.

Hingga akhirnya pemimpin MIT, Santoso, tewas pada kontak tembak pada 18 Juli 2016. Disusul berikutnya  tangan kanan Santoso, Basri ditangkap bersama istrinya oleh Satgas Operasi Tinombala Pada 14 September 2016 plus beberapa rekan-rekannya. Kini MIT terbelah jadi dua bagian. Satu diantaranya dipimpin Ali Kalora. [sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *