Lagi, KPK Cecar Empat Petinggi PT Summarecon Agung Terkait Dugaan Suap Eks Walikota Yogyakarta  

INDOPOLITIKA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap empat petinggi pada PT Summarecon Agung terkait dugaan korupsi berupa suap pengurusan perizinan di wilayah Pemerintah Kota Yogyakarta.

Para petinggi PT Summarecon itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Oon Nusihono (ON) selaku Vice President Real Estate PT Summarecon Agung.

“Pemeriksaan saksi TPK suap pengurusan perizinan di wilayah Pemerintah Kota Yogyakarta, untuk tersangka ON dkk,” kata Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (20/6).

Ali menjelaskan, keempat saksi yaitu Head of Finance & Accounthing Sumarecon Property Development Doni Wirawan, Head of Finance Regional 8 PT Summarecon Amita Kusumawaty dan dua Direktur Bussines & Property Development Sumarecon Agung Syarif Benjamin serta Herman Nagaria.

Tim penyidik KPK juga memeriksa dua orang saksi lain untuk tersangka ON, yaitu Staf Finance PT Summarecon Marcela Devita dan Direktur PT Java Orient Property Dadan Jaya Kartika.

Sebelumnya, dalam perkara tersebut, penyidik KPK telah melakukan penggeledahan paksa di kantor PT Summarecon Agung (SA) di kawasan Jakart timur.

Ali mengungkapkan, dari penggeledahan itu tim penyidik KPK menemukan dan mengamankan bukti berupa dokumen dan sejumlah uang yang diduga kuat berkaitan dengan kasus korupsi tersebut.

Namun, Ali tidak merinci berapa jumlah uang yang diamankan oleh tim penyidik KPK dalam upaya penggeledahan paksa tersebut.

Pada pada 6 Juni 2022, tim penyidik juga telah menggeledah kediaman tersangka Oon Nusihono. Dari penggeledahan itu tim penyidik KPK menemukan dan mengamankan bukti berupa dokumen dan juga sejumlah uang yang diduga kuat berkaitan dengan kasus korupsi tersebut.

Diketahui, KPK telah menetapkan Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Tbk (SA), Oon Nusihono (ON) sebagai tersangka pemberi suap pengurusan perizinan di wilayah Pemerintah Kota Yogyakarta.

Sedangkan sebagai penerima suap yaitu mantan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta Nurwidhihartana (NWH) dan Sekretaris Pribadi merangkap ajudan Haryadi, Triyanto Budi Yuwono (TBY).


Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.