Lagi Trending! Tagar #KoalisiParaPenjilat dan #OposisiPlangaPlongo

Foto: tangkapan layar akun Twitter paquita @quit4_.

INDOPOLITIKA.COM – Minimnya partai politik oposisi dibanding koalisi pemerintah disinyalir jadi alarm matinya demokrasi di Indonesia. Tak heran, ungkapan kecewa lupakan politisi, lupakan parpol dan menanti suara Tuhan ‘rakyat’ berseliweran di berbagi lini media sosial.

Tak ayal, sebagai bentuk kekecewaan koalisi gemuk pemerintahan saat ini, tagar #KoalisiParaPenjilat dan #OposisiPlangaPlongo memuncaki daftar trending topik Twitter, Senin (30/8/2021).

Kedua tagar tersebut masing-masing sudah dicuitkan lebih dari ribuan kali. Dari pembahasan yang ramai dibicarakan, adalah bergabungnya salah satu parpol yang sebelumnya berada di wilayah abu-abu. Namun nyatanya, parpol tersebut gabung koalisi pemerintahan dan kini hanya menyisahkan Partai Demokrat dan PKS sebagai oposisi.

“Demokrasi dikuasai dan diselenggaran semau oligarki. Menunjukkan rezim yg lemah dan phobia kekuasaan. #KoalisiParaPenjilat, #KoalisiParaPenjilat,” kritik salah satu netizen.

Koalisi Gemuk

Gemuknya koalisi pemerintahan saat ini sudah pernah disindir politisi Demokrat, Jansen Sitindaon. Bagi Jansen, koalisi pemerintah saat ini sudah sangat tambun, 82 persen. Maka apapun yang ingin dilakukan semisal amandemen UUD 1945 ya akan sukses tanpa hambatan.

“Dengan 471 kursi DPR, total kursi MPR  711 (575 DPR + 136 DPD), 2/3 nya = 474. Jadi cukup tambahan 3 kursi DPD lagi, mau MENGUBAH ISI KONSTITUSI YG MANAPUN pasti lolos. Termasuk perpanjangan masa jabatan dan 3 periode,” tulis Jansen.

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendorong seluruh kader partai politik oposisi untuk lebih keras bersuara menyuarakan suara rakyat. Fahri meminta oposisi untuk menjewer eksekutif di seluruh lini dan tidak bersengkongkol dengan mereka ini.

“Ayo parpol yang ngaku oposisi aktifkan semua anggota @DPR_RI kalian. Suruh mereka menggonggoong lebih keras. Hingga suara rakyat yang tak terdengar menjadi nyaring terdengar. Jewerlah eksekutif di seluruh lini dan jangan bersekongkol dengan mereka. Diam kalian adalah sekongkol!,” cuit Fahri melalui akun Twitternya, dilihat indopolitika.com, Senin (30/8/2021).


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.