Pemerintahan

Jokowi Tepis Isu Lahan Konsensi Dikuasai Hanya Oleh Orang Kaya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui banyak disampaikan kepadanya masalah lahan konsensi, yang sampai sekarang dikuasai oleh hanya mereka yang kaya-kaya saja. Namun, Presiden justru mempertanyakan yang membagi itu siapa?

Saya enggak pernah membagi 1 meter pun, enggak pernah. Justru yang kita usahakan sekarang ini adalah redistribusi aset dan reforma agrarian,” tegas Presiden Jokowi saat berdialog dengan masyarakat di Masjid Jamiatul Huda, Padang, Sumatera Barat, Senin (21/5) siang.

Menurut Presiden, pemerintah saat ini hanya mengambil lahan yang ditelantarkan. Juga ada 12,7 juta hektar, kemudian konsensi diberikan kepada kelompok pesantren, ormas, individu-individu, dan kelompok usaha bersama.

“Justru itu kita berikan, jangan di balik balik, nggak mau saya kalau dituding dengan cara seperti itu, pasti akan saya jawab, akan saya jawab,” tegas Presiden.

Jadi sampai saat ini, lanjut Presiden, data yang sudah dibagikan kembali 1.088.000 hektar. Tahun depan, pemerintah menargetkan membagi lagi sekitar 4,3 juta hektar.

Ditegaskan Kepala Negara, bahwa membagi lahan itu tidak gampang. Pemerintah juga tidak mau jika lahan yang konsesinya dibagikan itu tanahnya tidak produktif. ”Ini sudah dibagikan harus produktif,” ujarnya.

Diakui Presiden, jika pembagian lahan yang dilakukan pemerintah ini sekarang ketat,  karena kalau tidak nanti akan kembali lagi, yang punya yang itu-itu saja.

“Kita berbicara apa padanya bahwa ketimpangan seperti itu ada, iya,” ucap Presiden seraya menambahkan, gini rasio kita memang 0,41, dan dalam 3 tahun ini telah diturunkan menjadi 0,39.

Meskipun tidak mudah menurunkan ketimpangan, Presiden Jokowi menegaskan, bahwa seluruh kabinet berusaha sekuat tenaga agar apa yang dikeluhkan masyarakat bisa didengar.

“Saya mendengar bisik bisik kesaya , saya ke kampung saya juga dengar, saya ke daerah banyak yang menyampaikan keluhan keluhan seperti itu. Saya gak pernah duduk di istana terlalu lama saya selalu turun ke bawah untuk apa ya untuk mendengar,” ucap Presiden Jokowi.

Bahwa ada yang tidak benar, ada yang perlu diluruskan dan yang perlu diperbaiki, diakui Presiden, banyak sekali yang memang harus diperbaiki dan harus dibenahi.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja bersama -sama memperbaiki negara ini, sehingga diharapkan negara kita bisa menjadi negara yang bisa lebih baik lagi.

Tags

Artikel Terkait

Close
Close