Lebih Dari 200 Ribu Rumah di Tiga Provinsi Malam Ini Gelap-Gelapan

  • Whatsapp
petugas PLN bersihkan gardu pasca banjir

INDOPOLITIKA.COM – Malam ini mungkin akan menjadi malam paling gelap bagi lebih dari 200 ribu rumah di tiga provinsi. DKI, Jabar dan Banten. Sebab, lebih dari seribu gardu listrik belum bisa berfungsi. Aliran listriknya dipadamkan. Gelap gulita mewarnai tidur malam ribuan keluarga di tiga provinsi itu.

Vice Presiden Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan, demi keselamatan warga, PLN harus madamkan aliran listrik dari lebih dari seribu gardu di tiga provinsi itu ke rumah-rumah warga.

Bacaan Lainnya

“Sampai sore ini, jumlah gardu yang diputus alirannya meningkat dua kali lipat daripada pagi tadi. Kalau tadi pagi di DKI misalnya masih 300 an gardu, sekarang lebih dari 600 gardu,” katanya kepada Indopolitika.com Selasa (25/2).

Gardu-gardu yang diputus alirannya adalah gardu yang mengalirkan listrik ke kawasan pemukiman yang terendam banjir. PLN, kata dia, tidak bisa penuhi permintaan warga untuk menyalakan listrik di daerah yang genangannya sudah surut.

“Kan ada yang hubungi kami minta dinyalakan. Karena genangan sudah kering. Nggak bisa begitu. Kan kalau kawasan yang lebih tinggi sudah surut tapi kawasan yang lebih rendah belum nggak bisa dong. Kan itu satu aliran. Satu kabel saluran,” katanya.

Dia mengungkapkan, satu gardu biasanya mengalirkan listrik untuk 200 hingga 300 pelanggan. Hingga sore ini, di DKI ada 694 gardu dipadamkan. Di Jabar ada 603 gardu. Sementara di Provinsi Banten ada 37 gardu.

“Sekali lagi kami padamkan demi keselamatan warga. Jadi, nomor satu itu keselamatan baru kenyamanan. Selamat dulu baru kita bisa menikmati kenyamanan,” katanya.

PT PLN belum bisa memastikan kapan seluruh gardu berfungsi normal. Sebab, semuanya bergantung pada kondisi cuaca di tiga provinsi itu. Artinya, semakin lama hujan turun semakin lama pula gardu-gardu itu diaktifkan. Seperti diketahui, hingga sore ini, mendung tebal masih menyelimuti langit di tiga provinsi tersebut.

“Yang kami utamakan adalah keselamatan,” ujarnya.  [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *