Lebih Sering Berkegiatan Daring, Menteri Nadiem di Singapura?

  • Whatsapp
Mendikbud Nadiem Makarim Anwar saat memberikan keterangan pers kepada wartawan melalui konferensi video, Selasa (24/3/2020). (Foto: Humas Setkab/Ibrahim).

INDOPOLITIKA.COM – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf saat akan mengakhiri rapat kerja dengan agenda penyempurnaan anggaran 2021, dan masukan soal Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2025, Kamis (2/7/2020), melontarkan candaan kepada Nadiem, agar jangan lupa membawa oleh-oleh begitu kembali ke Indonesia.

Dalam rapat yang digelar dengan virtual dan kehadiran fisik tersebut, Nadiem sendiri tidak hadir secara fisik di ruang rapat karena mengikutinya secara daring.

Berita Lainnya

“Semoga Mas Menteri sehat walafiat di sana, Ibu Eliza juga sehat walafiat, saya memahami Ibu Eliza tidak berani naik pesawat, sama kurang lebih dengan Mas Menteri juga tidak berani naik pesawat,” ucap Dede sembari tersenyum.

Sebelum menutup forum itu, Dede kembali melontarkan candaan agar Nadiem jangan lupa membawa oleh-oleh.

“Terima kasih Mas Menteri, dan kami harapkan nanti setelah mas menteri …. (suara tidak jelas-red) ke Indonesia, jangan lupa oleh-olehnya. Ada 53 anggota ini. Paling tidak rengginang atau apa,” kata Dede disambut tawa sejumlah anggota.

Selama pandemic Covid-19, Mendikbud Nadiem Makarim hampir jarang terlibat pada kegiatan di Jakarta. Berhembus kabar bahwa dalam kurun waktu tersebut, Nadiem lebih banyak di Singapura.

Ada sejumlah kegiatan formal di lingkungan Kemendikbud yang dia hadiri, namun secara virtual. Seperti saat pelantikan pejabat eselon satu pada 8 Mei lalu. Diantara pejabat yang dilantik saat itu mantan staf khusus Nadiem, Iwan Syahril menjadi Dirjen Guru dan Tenaga Kependikan (GTK). Kemudian Sekjen Kemendikbud Ainun Naim, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, dan Totok Suprayitno sebagai Kepala Balitbang.

Agenda besar lain yang dihadiri Nadiem secara virtual adalah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 pada 2 Mei lalu. Sambil mengenakan baju batik biru, Nadiem memimpin peringatan tahunan itu secara virtual.

Kabar Nadiem sering berada di Singapura mencuat saat beredar foto bukti pembayaran pembuatan paspor atas nama Sierra Franklin Makarim. Nama tersebut adalah anak Nadiem yang lahir pada 22 April lalu. Bukti pembayaran pembuatan paspor biasa 48 lembar itu diterbitkan oleh KBRI Singapura dengan bandrol 35 dolar Singapura.

Terkait keberadaan Nadiem yang lebih sering berada di Singapura di tengah wabah Covid-19 itu, jajaran Kemendikbud tidak banyak komentar. Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud Evy Mulyani tidak berkomentar saat dikonfirmasi kemarin. Begitupun dengan Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi dan Media Muhammad Haikal juga tidak berkomentar. [rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *