Lelang Palsu Mengatasnakan Bea Cukai Kembali Marak, Begini Modusnya

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Beredar info lelang kendaraan dengan mengatasnamakan Bea Cukai kini beredar melalui media sosial, WhatsApp Group, dan SMS berantai. Namun ternyata lelang tersebut palsu.

Berbagai modus dilakukan para penipu ini, salah satunya dengan menggunakan foto profil orang yang kita kenal. Kemudian mereka menawarkan daftar harga lelang kendaraan.

Berita Lainnya

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai, Syarif Hidayat, menyebut setidaknya ada enam modus yang digunakan untuk menipu masyarakat.

Enam modus tersebut yakni jual beli online barang kiriman dalam negeri; lelang palsu; barang kiriman luar negeri; modus teman yang ditahan karena membawa uang; kiriman diplomatik; dan jasa penyelesaian kasus tangkapan Bea Cukai.

Terkait lelang palsu, Syarif mengatakan kerap dilakukan dengan modus lelang yang bersifat tertutup atau internal. Padahal, kata dia, Bea Cukai tak pernah melakukan itu.

“Modus lelang tertutup tidak pernah kami lakukan, selalu terbuka untuk barang-barang dari Bea Cukai,” ujarnya, Jumat (27/11/2020).

Harga yang dicantumkan dalam lelang palsu itu sangat murah dengan embel-embel barang sitaan atau barang lelang Bea Cukai agar calon korban semakin tergiur.

“Bea Cukai tidak pernah melakukan lelang lewat medsos, pesan WA, atau semacamnya, lelang resmi akan selalu ditampilkan di website. Kalau pun ada pengumuman di medsos, maka akan tetap diarahkan ke website resmi,” kata Syarif.

Selain itu, untuk meyakinkan calon korbannya, pelaku menyertai tawaran lelangnya dengan surat izin lelang palsu yang ditandatangani oleh pejabat aparat penegak hukum disertai materai dan foto.

“Tidak tanggung-tanggung, pelaku juga kami dapati membuat surat izin bahkan kartu identitas dan KTP atas nama pejabat. Tentunya ini semua palsu dan melanggar hukum,” jelasnya.

Syarif membeberkan salah satu contoh kasus lelang palsu yaitu lelang internal kendaraan mobil biasanya lengkap berisi tabel daftar jenis, tipe, dan harga mobil dengan keterangan bahwa kondisi mobil masih baru dan harga sudah termasuk STNK, BPKB, asuransi dan biaya pengiriman unit.

Selain itu, menyertakan nomor rekening dari beberapa Bank. Syarif membeberkan kejanggalannya.

“Calon korban lelang kemudian akan diminta untuk transfer uang ke rekening pribadi yang kadang disamarkan menjadi rekening bendahara lelang, tapi tetap saja itu rekening pribadi pelaku,” sebut Syarif.

Agar terhindar dari penipuan lelang, Syarif menyarankan masyarakat yang berminat mengikuti lelang resmi dapat langsung mengunjungi website penyelenggara. Uang yang digunakan sebagai jaminan lelang harus disetorkan ke rekening penampungan lelang yang tercantum dalam pengumuman atau melalui virtual account rekening penampungan lelang.

Syarif menekankan bahwa lelang Bea Cukai ataupun Kementerian Keuangan tidak pernah menggunakan rekening atas nama pribadi dan tidak pernah menjanjikan kepada pihak manapun yang menjadi peserta lelang untuk bisa menjadi pemenang lelang.

“Bagi masyarakat yang mendapati indikasi penipuan seperti beberapa modus tersebut, diharapkan segera melapor ke Kantor Bea Cukai terdekat atau langsung menghubungi contact center Bea Cukai di nomor 1500225,” pungkas Syarif. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *