Internasional

Libya Umumkan Keadaan Darurat di Ibu Kota Tripoli

Keadaan darurat diumumkan di Tripoli. (Foto: AFP)

Tripoli: Pemerintah Libya mengumumkan keadaan darurat di ibu kota Tripoli dan sekitarnya, menyusul pertempuran yang kembali terjadi sejak pekan lalu.

Kementerian Kesehatan Libya merilis pernyataan bahwa hingga saat ini, 39 orang telah tewas, termasuk warga sipil dan 96 orang terluka.

Pertempuran meletus pekan lalu antara kelompok bersenjata dari Tripoli melawan kelompok lainnya dari satu kota di selatan untuk merebut kekuasaan di ibu kota Libya itu. 

Dilansir dari AFP, Senin 3 September 2018, pemerintah pun mendesak agar milisi yang bersaing menghentikan pertempuran dan mematuhi gencatan senjata yang dinegosiasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Sebelumnya, pemerintah juga sudah menutup Bandara Tripoli setelah ada tembakan roket yang jatuh di dekatnya. 

Amerika Serikat (AS), Prancis, Italia dan Inggris kompak mengutuk kekerasan yang eskalasinya semakin meningkat ini dan memperingatkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata yang merusak stabilitas Libya harus bertanggungjawab.

"Upaya-upaya ini jelas untuk melemahkan otoritas sah Libya dan menghambat proses politik yang sedang berlangsung, jelas tidak dapat diterima," kata empat negara tersebut dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Prancis.

Pertempuran terbaru meletus sehari setelah sedikitnya 15 roket mendarat di Tripoli dan sekitarnya. Serangan memicu penundaan penerbangan di satu-satunya bandara yang masih beroperasi di ibu kota.

Pertempuran antara sejumlah kelompok bersenjata di Libya pecah awal pekan ini. Pertempuran pada Senin dan Selasa pekan lalu terjadi antara Brigade Ketujuh, atau Kaniyat, dengan Brigade Revolusi Tripoli (TRB) dan Nawasi, dua faksi terbesar di Tripoli.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close