Internasional

Lima Nelayan WNI Dilaporkan Hilang di Sabah

Ilustrasi oleh Medcom

Sabah: Lima nelayan warga negara Indonesia (WNI) aasal Sulawesi Tenggara dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Labuan Kota Kinabalu, Negeri Sabah, Malaysia pada 9 September 2018.
 
Konsuler Fungsi Imigrasi Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu, Latif Kapitan yang dihubungi melalui telepon selulernya, Senin 25 September membenarkan informasi tersebut.
 
Kelimanya memiliki dokumen resmi selaku pekerja asing di Negeri Jiran masing-masing bernama Rudi bin Salam (39) asal Kabupaten Buton nomor paspor AU262141, Salimuddin (46) asal Laimu.
 
Kemudian, Adi bin Rahman (33) asal Buton nomor paspor A8300283, La Tatu (35) asal Limbowoou nomor paspor B8716095 dan La Janu (19) asal Seram Wakatobi nomor paspor B8716416.
 
Baca juga: RI Akan Ajak Filipina-Malaysia Kaji Ulang Kerja sama Perairan.
 
Namun dia katakan, tidak tahu persis motif dan seluk beluk kejadiannya yang dialami kelima TKI asal Sultra itu. "Memang ada  informasi ada TKI yang hilang, tapi motifnya saya belum tahu," ujar Latif, seperti dikutip dari Antara, Selasa 25 September 2018.
 
Latif Kapitan menambahkan, informasi yang diterimanya kelima TKI itu pulang ke kampungnya karena paspor yang dimiliki diterbitkan Indonesia.
 
Hanya saja, informasi itu belum bisa dipertanggungjawabkan karen kejelasan informasi ini masih simpang siur.
 
Tuduhan yang dialamatkan kepada kelima TKI tersebut membawa lari pukat, GPS (global position system) dan bahan bakar kapal kosong.
 
Konsuler Fungsi Perlindungan WNI KJRI Kota Kinabalu, Rizal yang dihubungi Selasa 25 September mengarahkan kepada Koordinator Satgas Perlindungan WNI, Hadi Syarifuddin.
 
Hadi Syarifuddin pun tidak memberikan jawaban sekaitan dengan kepastian motif hilangnya kelima TKI yang bekerja sebagai nelayan di Sabah.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close