Internasional

Lintasi Laut China Selatan, Jepang Tegaskan Kebebasan Navigasi

Kapal perang Jepang JS Suzutsuki berlabuh di JICT Terminal 2 Tanjung Priok. (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Sebanyak tiga kapal Jepang berlabuh di Jakarta setelah berlayar melewati Laut China Selatan. Langkah ini sengaja diambil mereka untuk menegaskan kembali prinsip kebebasan navigasi berdasarkan hukum internasional di wilayah perairan tersebut.
 
Laksamana Tatsuyaka Fukuda, Komandan Escort Flotilla 4 (nama regu ketiga kapal) mengatakan keseluruhan misi ini juga untuk memperkuat hubungan antara Tokyo dan negara-negara lain di bawah Indo-Pasifik Jepang. Pasalnya, usai dari Indonesia, misi ini akan melanjutkan perjalanan di Sri Lanka, India dan Singapura setelah sebelumnya di Filipina.
 
"Misi ini juga meningkatkan kapasitas strategis dan interoperabilitas JMSDF dan Angkatan Laut rekan Jepang di Indo Pasifik, termasuk Laut China Selatan, yang bebas dan terbuka," kata Fukuda, di atas Kapal JS Kaga, Teluk Jakarta, Selasa 18 September 2018.
 
"Keterlibatan kami juga untuk menegaskan kembali ketertiban maritim berdasarkan supremasi hukum internasional, yang sangat penting untuk perdamaian dan stabilitas," tambahnya.
 
Sementara itu, Komandan Lantamal III TNI AL Laksamana Denih Hendrata mengatakan lawatan dan rencana latihan TNI-AL dengan Angakatan Laut Jepang (JMSDF) ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas dan keamanan di kawasan.
 
Sebelum berlabuh di Jakarta, JS Kaga, JS Inazuma, dan JS Suzutsuki mendukung latihan kapal selam JS Kuroshio di Laut China Selatan pada 13 September 2018. Kemudian, ketiga kapal itu singgah di Filipina, baru melanjutkan perjalanan di Indonesia. Mereka akan berlabuh di Jakarta hingga 22 September untuk kemudian beranjak menuju Singapura.
 
Selama di Jakarta, sejumlah awak dari ketiga kapal akan melaksanakan pertemuan dengan masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Bahkan mereka mengundang warga untuk mengunjungi JS Suzutsuki dan JS Inazuma pada 20-21 September 2018 di JICT Terminal 2 Tanjung Priok.
 
Dalam misi kali ini, Jepang memboyong sebanyak 800 awak kapal, termasuk 50 perempuan. Diharapkan, misi tersebut dapat membawa hubungan kedua negara dan kawasan Asia Tenggara semakin baik ke depannya.
 
Tahun lalu, Tiongkok mengklaim bahwa mereka memiliki hak kedaulatan yang tak terbantahkan atas kawasan Laut China Selatan dan pulau-pulau yang ada di dalamnya.
 
Klaim itu menarik kritik dari negara yang terlibat sengketa, yang keberatan dengan pembangunan fasilitas militer China di pulau serta daratan reklamasi di kawasan. Mereka juga menyebut, infrastruktur itu akan membatasi juga membahayakan navigasi perairan internasional.
 
Negara-negara yang mengkritik klaim Beijing atas Laut China Selatan kemudian mulai rutin melaksanakan misi pelayaran dan misi terbang di kawasan itu. Mereka mengatasnamakan penegasan terhadap prinsip kebebasan navigasi di perairan jalur sutra tersebut.
 
Pada 13 September 2018, kapal selam Jepang JS Kuroshio (Oyashio-class submarine), bergabung dengan JS Kaga, JS Inazuma, dan JS Suzutsuki melakukan latihan di perairan barat daya dari Scarborough Shoal yang dikuasai Tiongkok.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close