Internasional

Longsor Landa Uganda, 34 Warga Dilaporkan Tewas

Ilustrasi oleh Medcom.id

Bukalasi: Setidaknya 34 orang tewas setelah sebuah sungai di Uganda timur meluap. Luapan air dan disertai lumpur tebal dan bebatuan menghantam rumah warga.
 
Tim penyelamat menyusuri reruntuhan, mencari korban selamat dan korban bencana yang terjadi pada Kamis 11 Oktober 2019 di kota Bukalasi di distrik Bududa. Sejumlah orang hingga kini diketahui masih hilang.
 
"Saya dapat mengkonfirmasi 34 orang tewas. Kami harus menunggu penilaian kami selesai sebelum dapat memastikan berapa banyak yang hilang," kata Juru Bicara Uganda Palang Merah Irene Nakasiita, seperti dikutip AFP, Jumat 12 Oktober 2018.
 
Nakasiita menunjukkan tempat kejadian yang digambarkannya sebagai lokasi bencana tanah longsor yang parah. Ini termasuk gambar mayat korban yang dalam kondisi mengenaskan dalam lumpur yang dibawa air sungai. Beberapa mayat sebagian ditutupi dengan daun pisang oleh warga.
 
"Penyebabnya adalah air sungai menghantam tepiannya di hulu karena hujan lebat. Ketika air meluap akhirnya membawa sejumlah batu besar yang menghancurkan rumah-rumah penduduk," kata Nakasiita.
 
"Regu penyelamat masih berada di lapangan untuk mengevakuasi orang dan mengeluarkan mereka dari puing-puing," imbuhnya.
 
Nakasiita mengatakan Palang Merah mengirim pasokan bantuan ke daerah tersebut. Bantuan yang dikirimkan seperti terpal, selimut dan alat pemurnian air.
 
Nathan Tumuhamye, seorang aktivis kemanusiaan yang membantu masyarakat memulihkan diri dari bencana alam dan konflik, mengatakan kepada AFP bahwa "Empat hingga lima desa dan mungkin sekolah dasar terkena pengaruh bencana ini".
 
Presiden Yoweri Musevini menyampaikan dukannya melalui akun twitter miliknya. "Saya telah menerima berita sedih dari tanah longsor yang menimbulkan kekacauan di Distrik Bududa, membunuh sejumlah warga yang belum ditentukan. Pemerintah telah mengirim tim penyelamat ke daerah-daerah yang terkena bencana," tulis Presiden Yoweri Museveni di Twitter.
 
"Pemerintah akan melihat opsi lain yang tersedia untuk menghentikan kejadian lebih lanjut dari bencana ini," imbuhnya.
 
Distrik Bududa di kaki bukit Gunung Elgon, yang terletak di perbatasan antara Uganda dan Kenya, merupakan daerah berisiko tinggi untuk tanah longsor. Setidaknya 100 orang dilaporkan tewas dalam longsor di  Bududa pada Maret 2010, dan pada tahun 2012 tanah longsor menghancurkan tiga desa.
 
Upaya pemerintah untuk memindahkan orang-orang yang rentan ke distrik tetangga telah menghadapi perlawanan dari penduduk. Menurut Tumuhamye, beberapa sistem peringatan dini untuk banjir dan tanah longsor telah didirikan di daerah tersebut tetapi tanpa kapasitas untuk menanggapi peringatan, sistem tersebut tidak membantu warga menghindari bencana.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close