INDOPOLITIKA – Vietnam kembali melaju ke babak final sepak bola putri SEA Games untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Pada edisi Sea Games 2025 ini, Vietnam mengalahkan Indonesia 5-0 di semifinal pada Minggu (14/12/2025).
Gol-gol Vietnam dicetak Bich Thuy menit 28’ dan 80′, Hai Yen menit 49′ dan 58′ dan Huynh Nhu 86′.
Di tengah terik matahari 30°C di Chonburi, tim sepak bola putri Vietnam benar-benar mendominasi Indonesia. Para pemain asuhan pelatih Mai Duc Chung mengendalikan permainan hampir sepenuhnya.
Mencetak gol secara konsisten sepanjang pertandingan dan menutupnya dengan kemenangan yang nyaman, sesuai dengan status mereka sebagai juara bertahan.
Faktanya, hasil ini dapat diprediksi. Dalam dua pertemuan terakhir mereka, Vietnam memenangkan kedua pertandingan melawan Indonesia, termasuk kemenangan 7-0 di Kejuaraan Sepak Bola Wanita Asia Tenggara pada Agustus 2025.
Jalannya Pertandingan
Sejak awal, Vietnam menerapkan formasi tinggi di lapangan. Pada menit pertama, Pham Hai Yen mencegat umpan balik ceroboh dari lawan dan terjatuh setelah ditekel oleh bek tengah Emily Nahon, tetapi wasit tidak meniup peluit.
Hanya beberapa menit kemudian, Nguyen Thi Bich Thuy mengambil tendangan bebas dari jarak hampir 20 meter, bola nyaris mengenai tiang gawang.
Peluang-peluang ini tidak menghasilkan gol, tetapi menandakan permainan yang timpang, karena Indonesia lebih banyak membuang bola daripada mengatur serangan terkoordinasi.
Namun, Vietnam juga tidak sempurna, dan mereka menyia-nyiakan peluang. Pada satu momen, Hai Yen memiliki dua peluang satu lawan satu dengan kiper Indonesia dalam dua menit berturut-turut, tetapi kedua tembakannya melenceng dari tiang gawang.
Di sisi lain, serangan mereka yang terus menerus membingungkan pertahanan lawan, secara bertahap mengungkap kelemahan mereka.
Titik balik terjadi pada menit ke-27. Dari tendangan jarak jauh Thai Thi Thao, bola mengenai tangan bek Yumanda Gea yang tergeletak di depan gawang.
Wasit asal Suriah, Alesar Baddour, memberikan penalti kepada Vietnam. Dari titik penalti, Bich Thuy melepaskan tembakan keras dan rendah ke sudut bawah gawang, membuka skor meskipun kiper Iris de Rouw sudah berusaha menyelamatkan bola.
Setelah gol tersebut, Vietnam mempertahankan tempo tinggi, di bawah tekanan dari pelatih Mai Duc Chung di pinggir lapangan. Ia terus berdiri dekat garis teknis, memberikan instruksi dan terkadang bahkan dengan lantang mengingatkan para pemain meskipun timnya unggul.
Pelatih berusia 74 tahun itu ingin para pemainnya mencetak lebih banyak gol untuk segera menentukan hasil pertandingan dan menghemat energi para pemain kuncinya.
Dalam turnamen ini, Indonesia banyak menggunakan pemain naturalisasi dengan fisik yang bagus dan usia muda. De Rouw, Nahon, Claudia Scheunemann, dan Isa Warps semuanya berusia di bawah 21 tahun.
Namun, mereka hanya menciptakan satu peluang berbahaya sepanjang pertandingan, di akhir babak pertama. Striker berusia 21 tahun, Sheva Imut, menerobos pertahanan dan melepaskan tembakan keras yang membentur tiang gawang, dengan bola memantul keluar.
Babak kedua
Di babak kedua, Vietnam menggandakan keunggulan mereka dengan gol yang tampaknya tak terduga. Dari umpan balik seorang bek Indonesia, kiper De Rouw gagal menguasai bola, yang kemudian mengenai kepala Hai Yen.
Bola memantul dan bergulir langsung ke gawang pada menit ke-49, mengamankan gol kedua. Kapten Vietnam itu tersenyum lebar, rekan-rekan setimnya dengan cepat ikut merayakan, sementara para pemain Indonesia saling bertukar pandangan terkejut.
Gol Hai Yen sangat lucu
Tim asuhan Mai Duc Chung tidak puas dengan hasil ini dan terus menekan. Pada menit ke-58, dari umpan silang Tran Thi Thu di sisi kiri, Hai Yen menerobos masuk dan menceploskan bola ke gawang kosong dengan satu sentuhan, melengkapi brace-nya dan meningkatkan skor menjadi 3-0.
Tak lama setelah itu, kiper De Rouw diganti. Ia berulang kali menggelengkan kepala, menunjukkan ketidakpuasannya saat meninggalkan lapangan, memberi jalan bagi kiper berusia 15 tahun, Alleana Ayu Arumy.
Dalam pertandingan ini, jumlah penonton Vietnam jauh lebih banyak daripada pertandingan babak penyisihan grup, menciptakan suasana yang meriah.
Sorak sorai terdengar setiap kali tim tuan rumah menguasai bola, terutama saat situasi bola mati.
Pada menit ke-80, Vietnam mencetak gol keempat mereka dari situasi tersebut. Tran Thi Duyen mengambil tendangan sudut dari sayap kanan, dan gelandang setinggi 1,53 m, Bich Thuy, melompat tinggi untuk menyundul bola ke gawang, menambah skor menjadi 4-0.
Tiga menit kemudian, Bich Thuy memiliki kesempatan untuk mencetak hat-trick, tetapi tembakannya melambung di atas mistar gawang yang kosong.
Namun, Vietnam tidak perlu menunggu lama untuk gol kelima mereka. Pada menit ke-86, dari umpan panjang bek tengah Diem My, Huynh Nhu menerobos pertahanan dan berhadapan langsung dengan kiper.
Saat Ayu Arumy keluar dari gawangnya, kapten timnas wanita Vietnam itu dengan tenang melambungkan bola ke sudut jauh. Ini adalah gol ke-70 Huynh Nhu untuk tim nasional, dan juga pukulan telak bagi upaya terakhir Indonesia.
Hasil ini mengantarkan tim asuhan Pelatih Mai Duc Chung ke final SEA Games ke-11 berturut-turut, yang akan berlangsung pada malam tanggal 17 Desember.
Lawan Vietnam adalah pemenang pertandingan semifinal lainnya antara Thailand dan Filipina. (Red)












Tinggalkan Balasan