Mabes Polri Bantah Keterangan Bupati Nduga

  • Whatsapp
Salah Satu Distrik di Kabupaten Nduga (ist)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menanggapi keluhan Bupati Nduga, Papua Yairus Gwijangge di DPR. Yairus meminta personel Polri dan TNI ditarik dari wilayahnya, demi kepentingan masyarakat. Dedi menegaskan, Polri tidak akan menarik anggota kepolisian dari Nduga, Papua.

“Jadi laporan yang disampaikan Bupati itu tidak berdasarkan fakta dan data akurat di lapangan. Keberadaan TNI Polri tidak dikurangi, tetap akan dipertahankan dalam rangka menjamin keamanan di Nduga. Demikian juga untuk menjamin kelancaran pembangunan Trans-Papua,” tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2019).

Bacaan Lainnya

Bertolak belakangan dengan aduan Yairus, menurut Dedi, masyarakat Nduga justru butuh keberadaan TNI Polri di sekitarnya. Khususnya demi memberikan perlindungan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Yang justru melakukan penyerangan itu dari kelompok KKB. Yang mengancam, melakukan teror ke masyarakat setempat. Oleh karenanya, demi keamanan masyarakat setempat, TNI Polri melokalisir warga dan juga melakukan pengamanan agar KKB tidak turun ke perkampungan, ke distrik-distrik melakukan pencurian, pemerkosaan, maupun tindak pidana lainnya,” jelas dia.

Dedi juga membantah TNI Polri melakukan pembatasan akses pendidikan dan kesehatan terhadap masyarakat Nduga. Bahkan sejauh ini, kehidupan warga terbilang normal meski ada aparat di sekitarnya.

“Enggak ada (pembatasan). Jadi hal tersebut tidak mendasar. Seharusnya bupati kan mendukung dengan keberadaan TNI Polri di sana. Harus bersinergi dalam rangka memberikan perlindungan, pengayoman, dalam rangka memberikan pelayanan ke masyarakat yang terbaik,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *