Mabes Polri Bilang, Polwan Nesti Sudah Kali Kedua Terpapar Radikalisme

  • Whatsapp
Polwan NOS

INDOPOLITIKA.COM- Polri menyebut oknum Polwan NOS alias Nesti yang belakangan diduga terpapar paham radikalisme, sudah dua kali ketahuan melaksanakan kegiatan yang berpaham radikal.

Hal itu disampaikan Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Asep Adi Saputra. Asep juga mengatakan Nesti diduga mempelajari paham radikal selama masa pembinaan.

Muat Lebih

“NOS ini kedua kali kedapatan melaksanakan kegiatan yang sifatnya aktif dalam pemahaman atau upaya dia untuk melakukan sebuah pendalam terhadap paham radikal,” katanya kepada wartawan, Jumat (4/10).

Asep meluruskan, Nesti diamankan oleh pihak kepolisian karena meninggalkan tugas atau disersi, setelah itu dilakukan penindakan dalam hal ini penegakan hukum disiplin terhadap yang bersangkutan atau masa pembinaan.

Namun, setelah selesai pembinaan. Nesti kembali ketahuan terpapar paham radikalisme. “Selama dalam pembinaan tersebut dia terpapar kembali, itu kemudian pada sekitar minggu lalu yang bersangkutan diamankan untuk yang kedua kali,” katanya

Asep juga menuturkan, bahwa pihak Detasemen Khusus (Densus 88) sedang melakuakan upaya pemeriksaan terhadap Nesti. “Yang bersagkutan masih dilakukan pendalaman atau pemeriksaan lebih lanjut oleh teman-teman Densus 88,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan, Densus menangkap oknum Polwan yang bertugas di Polda Maluku Utara atas dugaan keterkaitan jaringan terorisme. Nesti diketahui, sudah sebulan belakangan dilaporkan meninggalkan tugas tanpa izin.

Kepolisian Daerah Maluku Utara membenarkan salah satu anggotanya diamankan Detasemen Khusus 88 Antiteror di Yogyakarta, Jumat (26/9). Polwan berpangkat Bripda itu kabarnya ditangkap Densus 88 karena dugaan keterlibatannya dengan jaringan terorisme Wawan Wicaksono yang ditangkap di Salatiga, Jawa Tengah, pada hari yang sama.

Pada Mei lalu, Bripda Nesti pernah diamankan Kepolisian Jawa Timur di Surabaya lantaran diduga meninggalkan tugas dan menggunakan identitas palsu dalam penerbangan dari Ternate ke Surabaya. Ia kemudian dikirimkan kembali ke Polda Maluku Utara untuk dibina.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *