Internasional

Macron: Kesalahan Besar Jika Assad Masih Berkuasa di Suriah

Presiden Emmanuel Macron berbicara di hadapan 250 duta besar Prancis di Paris, 27 Agustus 2018. (Foto: AFP/PHILIPPE WOJAZER)

Paris: Proses normalisasi Suriah dengan Bashar al-Assad masih sebagai presidennya merupakan "kesalahan fatal." Hal tersebut disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Senin 27 Agustus 2018.

"Prancis tidak dapat menentukan siapa pemimpin masa depan Suriah. Tapi sudah menjadi tugas kami untuk memastikan masyarakat Suriah dapat menentukannya sendiri," ucap Macron dalam pidato kedua di konferensi duta besar di Paris.

Ia juga mengingatkan bahwa Assad saat ini berpotensi menciptakan krisis kemanusiaan terbaru di provinsi Idlib, wilayah terakhir yang masih dikuasai sejumlah kelompok pemberontak dan ekstremis.

"Situasi di Suriah mengkhawatirkan. Rezim (Assad) tidak menunjukkan kesediaan untuk bernegosiasi untuk menuju fase transisi politik," lanjut Macron, seperti dilansir dari Middle East Monitor.

Suriah dilanda perang sipil sejak 2011, yang dimulai saat rezim Assad merespons unjuk rasa damai kala itu dengan tindakan represif.

Sejak saat itu, ratusan ribu orang tewas serta jutaan lainnya telantar sehingga harus mengungsi ke sejumlah negara.

Dalam pertemuan di Paris, Macron memaparkan kebijakan luar negeri Prancis ke hadapan 250 dubes.

Sang presiden menekankan empat prioritas di bidang keamanan, perdagangan, daya tarik Prancis di kancah global dan urusan di kawasan Eropa.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close