Mahasiswa Desak Jokowi Usut Tewasnya 2 Mahasiswa UHO, Kendari

  • Whatsapp
Mahasiswa UHO, Kendari saat demo menuntut penuntasan kasus penembakan rekannya, Immawan Randi dan La Ode Yusuf Badawi di Jakarta, Minggu (28/10/2019).

INDOPOLITIKA.COM – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari ikut bergabung dalam massa yang menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (28/10).

Mereka menuntut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengusut tuntas tewasnya dua rekan mereka yakni Randi dan Yusuf Qardhawi pada aksi unjuk rasa akhir September lalu.

Baca Juga:

Dalam aksinya, mereka tak hanya sekadar menyampaikan tuntutan dan berorasi. Sebagian dari mereka juga mengecat badannya dengan cat berwarna merah sambil menunjukkan foto almarhum Randi dan Yusuf Qardhawi.

“Hadirnya kami di sini itu kami membawa substansi yang ada di kota Kendari. Khususnya kasus masalah HAM yang terjadi di Kota Kendari terkait meninggalnya sahabat kami, Randi dan Yusuf, yang sampai hari ini kasusnya belum terungkap siapa pelaku sebenarnya, penembakan yang terjadi di kota Kendari,” kata Presiden Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Maco di kawasan Patung Kuda, Senin (28/10/2019).

Maco mengatakan, Randi tewas tertembak di bagian ketiak kiri yang lalu tembus ke dada kanan. Sementara Yusuf tewas akibat luka retak di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul.

“Ini jelas peluru menembus dada kanan. Peluru yang mengenai dada kiri beliau dan menembus dada kanan. Dan diduga itu dilakukan oleh oknum yang mencoba mengamankan aksi pada saat itu, tentunya dari pihak kepolisian,” kata Maco.

Lebih lanjut, akhirnya mereka memutuskan ikut demo bersama mahasiswa lainnya, dan meminta pemerintah membentuk tim investigasi khusus untuk menyelesaikan kasus kedua rekannya.

“Kami ingin Presiden Joko Widodo segera membentuk tim independen, tim gabungan dalam upaya untuk mengusut kasus ini. Kami ingin Presiden Joko Widodo yang menjadi tugas pertamanya atau tugas perdananya menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM, khususnya yang ada di Kota Kendari. Yakni dua orang mahasiswa Universitas Halu Oleo yang gugur di medan juang,” jelasnya.

“Tentunya harapan kami hadir di ibu kota, beberapa instansi yang kami temui mulai dari Komnas HAM, Ombudsman, dan juga Mabes Polri dalam hal ini Kabareskrim, setelah kami melakukan audiensi kami simpulkan bahwa instansi-instansi yang punya kewenangan untuk mengusut tuntas kasus ini kami nilai tidak cukup serius dalam penanganan penyelesaian kasus pembunuhan saudara kami Yusuf dan Randi,” ujarnya.

Ditambahkan Maco, kedatangan dia dan rekan-rekannya ke Jakarta atas biaya sendiri dan keinginan pribadi. Dia dan rekan-rekannya mengaku merasa punya tanggung jawab moral untuk memperjuangkan agar penyebab kematian rekannya bisa terungkap.

“Kami menginginkan kasus ini segera terungkap. Karena jujur saja kondisi Sultra sangat tidak kondusif,” ucapnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *