Demo Di Depan Istana Jokowi, Mahasiswa Papua Bentangkan Bendera Bintang Kejora

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA – Sejumlah mahasiswa menggelar aksi longmarch dari Mabes TNI AD menuju Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (22/8). Mereka datang membawa berbagai atribut di antaranya: bendera bintang kejora.

Berdasarkan Pantauan Indopolitika.com, massa mahasiswa tiba di Istana Negara pukul 13.05 WIB. Dengan jumlah massa kurang lebih 500 orang. Kedatangan mereka dikawal oleh pihak aparat kepolisian dan TNI.

Baca Juga:

Ratusan massa yang mengatasnamakan Aksi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme dan Militerisme itu merespon kejadian intimidasi dan perlakuan rasisme terhadap Mahasiswa Papua yang terjadi di Jawa Timur.

“Kami merespon karena ada perlakuan rasis di malang. Pemukulan teman-teman kami di Malang pada 16 Agustus. Maka dari itu kami menyelenggarakan aksi secara damai,” ucap Koordinator Aksi Albert Mungguar, Kamis (22/8).

Albert mengatakan pihaknya menuntut kepada pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan diskriminasi rasial terhadap mahasiswa Papua serta merasa sakit hati terhadap sejumlah oknum yang mengatakan ‘Monyet’ dan mengusir mereka dari tanah jawa.

“Saat ini kami menuntut untuk menyelesaikan setiap diskriminasi rasial masyarakat papua,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk mengembalikan politik kedaulatan Papua yang sudah digaungkan sejak 1 Desember 1961.

“Yang paling menyakitkan kami dihina, kami dibilang monyet dan diminta diusir dari tanah Jawa
Dan hak penentuan diri untuk merdeka adalah solusi paling demokratis. Itu yang kami harapkan,” tegasnya.

Seperti yang sudah diberitakan, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, dan Wali Kota Malang Sutiaji turut meminta maaf atas kerusuhan yang terjadi di Papua.

“Kalau itu ada kesalahan kami di Surabaya, saya mohon maaf. Tapi tidak ada kami sengaja mengusir. Bagi saya dan pejabat Pemkot, forum pimimpinan daerah Surabaya, kita tetap dalam satu kesatuan bangsa indonesia,” jelas Risma, Senin (19/8).

Hal senada juga disampaikan oleh Walikota Malang Sutiaji dan meluruskan bahwa tidak ada pemulangan terhadap mahasiswa Papua yang menimba ilmu di Malang.

“Jadi, sekali lagi, tidak pernah ada pelarangan atau pemulangan berkaitan dengan ini. Kalau mungkin ada insiden kecil kemarin atau dimaknai besar,” kata Sutiaji.

“Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, bahwa kemarin kan diluar sepengetahuan kami juga,” lanjut Sutiaji.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menyampaikan permintaan maaf kepada warga Papua melalu saluran telepon dengan Gubernur Papua.

“Kami telepon Gubernur Papua, mohon maaf. Sama sekali itu bukan suara Jatim. Harus bedakan letupan bersifat personal dengan apa yang menjadi komiten Jatim,” kata Khofifah dalam jumpa pers bersama Kapolri Jenderal TNI Tito Karnavian, Senin (19/8).[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *