Mahasiswi Penabrak Apotek Senopati, Kata Saksi Jalan Sempoyongan, Polisi Bilang Hilang Konsentrasi

  • Whatsapp
Apotek Senopati ditutup triplek usai ditabrak

INDOPOLITIKA.COM – Putri Kalingga Hermawan atau PKH (21), mahasiswi pengemudi Livina mengaku kehilangan konsentrasi dan tidak hafal jalan sehingga menabrak apotek Senopati dan merenggut nyawa seorang satpam, Minggu (26/10/2019) dini hari.

“Pada saat kita tanyakan, konsentrasi apa yang menyebabkan (kehilangan kendali), dia saat itu tidak terlalu hafal jalan,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).

Baca Juga:

Saat diperiksa, Putri mengaku salah menginjak pedal gas saat hendak berbelok. Padahal seharusnya, dia menginjak pedal rem. Selain itu, Putri mengaku mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan 60 kilometer per jam.

“Dia saat itu tidak terlalu hafal jalan. Waktu itu disangkanya (jalanan) lurus, ternyata berbelok. Pada saat berbelok itulah, dia seharusnya menginjak (pedal) rem, tapi akhirnya menginjak (pedal) gas,” ungkap Fahri.

Fahri juga mengatakan, pihak telah melakukan tes urin kepada Putri. Hasilnya, polisi tak menemukan kandungan alkohol dan narkoba. “Hasilnya negatif ya,” kata Fahri.

Sementara itu, Salah satu warga sekitar, Aceng mengatakan, tak bisa menjelaskan kronologi secara rinci karena peristiwa begitu cepat. Mobil yang dikendarai Putri langsung menabrak bangunan hingga menjorok ke dalam.

Menurut Aceng, usai menabrak, Putri yang tidak sendiri, yakni bersama kedua rekannya, terlihat jalan sempoyongan saat keluar mobil.

“Saya lihat seperti sempoyongan. Enggak ngomong apa-apa mereka,” kata Aceng di lokasi.

“Pas kejadian jalanan sepi, jadi kita enggak tahu, ya, seberapa kencang mobilnya. Enggak ada yang lihat, cuma pas nabrak kedengaran pecahan kaca langsung warga pada keluar,” tuturnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *