Mahasiswi UIN Jakarta jadi Tersangka Meski Tewas Terlindas Truk, Sedih Dengar Curhat Ibunya

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Lalai! Ya, lalai. Polres Kota Tangerang Selatan menganggap almarhumah Niswatul Umma, mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta) yang tewas terlindas truk di Jalan Graha Raya Bintaro, Pondok Aren, 14 Oktober lalu lalu dianggap lalai sehingga dijadikan tersangka. Sementara sopir dumb truk dibebaskan. Setidaknya berdasarkan hasil penyelidikan.

Bagi keluarga, statement lalai dan tersangka dari pihak kepolisian tersebut sungguh tidak bisa diterima mereka. Pernyataan ini menambah beban luka yang kembali ditancapkan ke ulu hati kelauarga yang belum sempat mengering akibat kehilangan putri tercintanya.

Muat Lebih

Disamping itu, almarhumah selama-lamanya meski berada di liang lahat sekalipun atau hingga dunia runtuh tetap menyandang status tersangka jika menilik bunyi Pasal 77 KUHP, yang berbunyi, status tersangka seseorang tetap melekat meski proses hukumnya otomatis gugur. Ya, proses hukumnya yang gugur bukan status tersangkanya.

“Saya ibunya, sangat sangat tidak bisa menerima pernyataan polisi. Itu sungguh tidak adil bagi kami. Sudah jadi korban, meninggal dan kini disebut tersangka. Astagfirullah,” keluh ibu almarhumah, Suti (32) di kediamannya, Kampung Duren sawit, Tajur, Ciledug, Kota Tangerang.

Ibu mahasiswi UIN Jakarta, saat ditemui di rumahnya.

“Haruskah itu status tersangka disebutkan. Tidakkah mereka (polisi) merasakan kepedihan kami sebagai orangtuanya, keluarga yang ditinggal selamanya oleh korban. Tidak adil. Ya tidak adil aja,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *