Internasional

Mahathir Hormati Kesepakatan Penyerahan Jabatan ke Anwar Ibrahim

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. (Foto: AFP).

Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan akan menghormati kesepakatan empat mitra aliansi Pakatan Harapan (PH) untuk mundur usai dua tahun berkuasa. Nantinya, jabatan akan diserahkan kepada Datuk Seri Anwar Ibrahim.

"Saya yakin dia sekarang lebih dewasa dan berpengalaman," kata Mahathir dalam pertemuan dengan warga Malaysia yang tinggal di Brunei Darussalam, dilansir dari Straits Times, Senin 3 September 2018.

Pernyataan ini dilontarkan Mahathir kala seorang warga menyuarakan kekhawatiran sejarah terulang pada pilihan penerusnya. Pasalnya, Anwar dipecat pada September 1998 sebagai wakil perdana menteri yang mendampinginya kala itu.

Empat partai yang tergabung dalam koalisi Pakatan Harapan tersebut adalah Parti Pribumi Bersatu Malaysia, Parti Keadilan Rakyat, Parti Aksi Demokratis dan Parti Amanah Nasional.

Sebelum pemilihan umum pada Mei lalu, partai-partai ini setuju agar Mahathir memimpin Negeri Jiran selama dua tahun jika Pakatan Harapan menang. Setelah itu, dia harus menyerahkan tongkat kekuasaan kepada Anwar.

Anwar Ibrahim merupakan ketua terpilih Parti Keadilan Rakyat. Dalam beberapa pekan terakhir, dia berharap menjadi Anggota Parlemen yang akan dipilih akhir tahun ini. Untuk menjadi PM, Anwar harus terlebih dahulu menjadi anggota parlemen.

Mahathir kembali menjadi PM Malaysia usai mengalahkan Najib Razak lewat pemilihan umum Mei lalu. Dia mengatakan banyak hal yang dilakukan untuk menggeser Najib, seperti mengadakan demonstrasi, memindahkan mosi tidak percaya di Parlemen, dan lain sebagainya.

Pria 93 tahun tersebut menuturkan masyarakat Malaysia dapat melakukan hal serupa jika mereka tidak puas dengan penggantinya nanti.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close