Mahfud MD: Judul Clikbait Boleh, Tapi Jangan Arahkan Kesimpulan Salah

  • Whatsapp
Menko Polhukam Mahfud MD

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menekankan pandemi membuat masyarakat membutuhkan pikiran dan energi positif untuk bertahan dan saling mendukung. Alhasil, insan pers dituntut menyebarkan informasi komprehensif dan mengabaikan sensasi.

Mahfud mengaku bisa memahami teknik penulisan judul berita yang disebut clickbait. Teknik ini bertujuan membuat judul menarik dan memancing orang untuk membaca. Baginya, hal semacam itu bukan masalah. Yang menjadi masalah kalau judulnya salah.

Berita Lainnya

“Buat saya, itu tidak masalah sepanjang yang dilakukan tidak mengarahkan pembaca untuk membuat kesimpulan salah atas judul berita itu. Apalagi kalau judulnya sudah jelas-jelas salah,” ujar Menko Mahfud.

Hadir dalam diskusi ini, selain Menko Polhukam, adalah Ketua Dewan Pers, M. Nuh, para anggota dewan pers, para pimpinan asosiasi pers, antara lain PWI, AJI, AMSI, SPS, para pemimpin redaksi. Hadir juga Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi dan Juru Bicara Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

Dalam diskusi daring, Mahfud menyampaikan, informasi yang beredar di publik dalam kondisi pandemi saat ini semakin mengkhawatirkan. Informasi palsu atau hoaks merajalela, yang terutama bertebaran di Media Sosial.

Data terbaru misalnya, dari tanggal 23 Januari 2021 hingga 3 Agustus 2021, jumlah hoax tentang Covid mencapai 1.827 hoax. Khusus untuk Vaksin saja, ada 278 hoax.

Menurutnya, sebagian besar sudah dilakukan take down, tapi hoax terus tumbuh, muncul setiap hari dan semakin banyak. Akibatnya, masyarakat yang menjadi korban.

“Nah, pada titik ini, peran teman-teman media sangat dibutuhkan, untuk mengimbangi dengan berita-berita yang kredibel dan mencerahkan publik. Jangan sampai justru tergoda untuk ikut membuat angle atau judul berita yang sensasional menyerupai hoax di Media Sosial,” ujarnya.

Dalam forum yang diikuti lebih 50 wartawan dari berbagai generasi ini, berbagai usulan dilontarkan peserta diskusi. Fokus diskusi untuk menghindari praktik jurnalisme yang tidak berhati-hati dan berempati di era pandemi.

Jurnalis senior Bambang Harymurti mengusulkan Dewan Pers mengaudit media-media nasional. Dewan Pers disebut perlu memberi peringkat khusus tentang kualitas jurnalistik tiap media.

“Misalnya nanti diberi tanda hijau, kuning, atau merah, yang memandakan kualitas berita-berita medianya agar publik sejak awal tahu akan berurusan dengan media jenis apa” ujar mantan Pemred Majalah Tempo tersebut. [rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *