Internasional

Mahkamah Konstitusi Zimbabwe Kukuhkan Kemenangan Petahana

Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa di Harare, 14 Agustus 2018. (Foto: AFP/JEKESAI NJIKIZANA)

Harare: Mahkamah Konstitusi Zimbabwe mengukuhkan kemenangan petahana Emmerson Mnangagwa dalam pemilihan umum ulang presiden bulan lalu. Putusan keluar di tengah tuduhan oposisi terhadap dugaan tindak kecurangan dalam pilpres.

Lewat suara bulat, MK mengukuhkan presiden petahana sebagai pemenang dan mengalahkan kandidat partai oposisi Gerakan untuk Perubahan Demokratik (MDC), Nelson Chamisa. 
Oposisi gagal membuktikan adanya dugaan kecurangan dalam pilpres putaran pertama pada 30 Juli. Hakim Luke Malaba menegaskan klaim kecurangan dari Chamisa "tidak berdasar."

Komisi Pemilu Zimbabwe menyatakan Mnangagwa sebagai pemenang tiga hari setelah pemungutan suara menempatkan dirinya meraup 50,8 persen suara. Namun Chamisa kala itu bersikeras dirinya yang memenangkan pilpres.

Sementara itu, enam orang tewas di Harare dalam demonstrasi atas pengumuman tersebut. Mnangagwa memerintahkan penyelidikan independen terhadap kekerasan itu.

Mnangagwa menggantikan Mugabe, presiden Zimbabwe yang digulingkan pada November lalu.

"Kami tidak terkejut dengan keputusan pengadilan. Hasil pemilu sangat sejalan dengan semua jajak pendapat, dan sepenuhnya konsisten dengan penghitungan akhir (Jaringan Pendukung Pemilu Zimbabwe), badan pengamat independen terbesar," kata Mnangagwa, seperti disitat dari UPI, Sabtu 25 Agustus 2018.

"Saya sekali lagi mengulangi seruan untuk perdamaian dan persatuan di atas segalanya. Nelson Chamisa, pintu saya terbuka dan tangan saya terulur, kita adalah satu bangsa, dan kita harus menempatkan bangsa kita di atas semuanya. Mari kita semua sekarang menyisihkan perbedaan di belakang kita. Ini saatnya untuk bergerak maju bersama," pungkas dia.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close